Sejumlah Penerbangan di Kalimantan Dibatalkan

Kompas 2009-09-09/Halaman  22 E paper Nusantara

Palangkaraya – Sejumlah penerbangan di Kalimantan, yakni di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, pada Selasa (8/9) dibatalkan. Penyebabnya, kabut asap tebal dari kebakaran lahan mengepung bandara di dua provinsi itu.

Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalteng, kembali tidak dapat didarati pesawat. Menurut Kepala Subbagian Tata Usaha Bandara Tjilik Riwut Usdek, jarak pandang di landasan tinggal 400 meter, jauh di bawah batas minimal 1.600 meter.

Akibatnya, maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air membatalkan penerbangan. Para calon penumpang akan diterbangkan melalui Bandara Syamsuddin Noor, Banjarbaru, Kalsel, Rabu (9/9).

Penutupan Bandara Tjilik Riwut menyebabkan bandara-bandara perintis di Kalteng ikut lumpuh karena tak ada pesawat yang berangkat dari Palangkaraya.

Di Kaltim, hampir semua penerbangan dari Bandara Sepinggan dengan tujuan Bandar Udara Kalimarau di Kabupaten Berau dan Bandara Juwata di Kota Tarakan, Kaltim, Selasa, juga dibatalkan. Dua bandara itu tertutup asap pekat.

Kepala Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan Sutadi Raharjo mengatakan, jarak pandang kurang dari 1.800 meter. Kondisi serupa juga terjadi di Bandara Kalimarau di Berau.

Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, asap merupakan kiriman dari Kalbar dan Kalteng.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng Kardinal Tarung mengatakan, Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, Selasa, menginstruksikan agar sekolah diliburkan akibat kualitas udara memburuk.

Sementara itu, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa, ditutup mulai pukul 06.00 sampai 07.30 akibat kabut asap.

Menurut petugas Air Traffic Control Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Handi Budiyoso, jarak pandang tinggal 500 meter. Bandara kembali dibuka setelah jarak pandang membaik.

Berdasarkan pantauan satelit Aqua/Terra Modis, jumlah titik panas di Sumsel pada 7 September ada 192 titik. Kepala Dinas Kehutanan Sumsel Sigit Wibowo menyatakan, tak mudah memadamkan api karena lokasi kebakaran terpencil dan sulit dijangkau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: