Polisi Didesak Tangkap Pencuri Jati Napabalano

Kendari Pos 2009-09-05/Halaman 9 Bumi Anoa

Raha– Hasil penusuran mengungkapkan, sembilan kubik kayu jati yang ditangkap di Baubau pekan lalu, memang berasal dari Muna. Informasi itu disebutkan orang-orang yang dihimpun daLam LSM Swami Raha.

Kayu Jati tiga log berdimensi lebar satu meter itu, bulan lau dititp di rumah KRPH Bonea dan berstatus temuan.Sedangkan, tiga batang lainnya dititip di rumah salah seorang petinggi Dishut Muna.

Minggu (30/8), pagi lalu, kayu itu dimuat dengan tronton plat merah bernomor polisi DT 9656 C dan dikawal ketat tiga unit kendaraan milik Polhut Muna dan dua mobil berplat pribadi.

Dalam perjalanan, mobil tronton itu sempat rusak di Warangga dan kemudian diperbaiki. “Anehnya, saat di hutan Warangga mobil tornton itu sempat ditahan pihak Polres Muna, tapi entah bagaimana akhirnya lolos juga ke Baubau. Lucunya, lagi tiba di Wakumoro, iring-iringan mobil pengawal kayu berhenti di perusahaan berlabel PT Firman.

Setiba di Desa Tombula, barulah dokumen diterbitkan oleh penerbit La Zakiri melalui IPKR atas nama La Mogo. Dalam dokumen itu tertulis tujuan pengangkutan adalah PT Jati Alam Bali melalui pelabuhan Murham Baubau”, beber Ilyas dari LSM SWami.

Versi keduanya, kayu berukuran besar itu dipesan untuk pembuatan peti jenazah di Bali. Pembeli kayu itu atas nama Sutrisno yang juga karyawan PT Jati Alam Bali di Desa Wakumoro.

“Kami sedih, kayu jati Muna itu adalah bagian sejarah panjang daerah ini. Disinyalir ada mafia kayu jati berkerja secara terorganisir di Dishut Muna. Salah satu buktinya, pengangkutan kayu yang di duga dari cagar alam Napabalano itu dikawal para petinggi Dishut Muna.

Bagaimanapun Kadishut Muna, Mukadimah, Kasubdin Peredaran Dishut, Nestor Jono,Bahar (Pengelola Dokumen Dishut Muna), Sahirudin Gande serta La Mogo adalah pihak yang di duga terlibat dalam mafia kayu jati itu.

Kami minta Polres Muna segera mengusut oknum Dishut Muna yang diduga terlibat pencurian di cagar alam Napabalano, termasuk perusahaan yang mengangkut kayu tersebut.Ini PR baru bagi Polres Muna dan Polda Sultra”,geramnya.

Ditempat terpisah, Kasubdin Peredaran Hutan, Nestor Jono membantah jika sembilan kubik kayu jati itu berasal dari cagar alam Napabalano.

“Haram hukumnya mengeksploitasi hasil hutan cagar alam di mana pun. Kayu yang diterbitkan La Zakiri itu bukan berasal dari cagar alam Napabalano. Ini sudah diklarafikasi petugas Resort Konservasi Alam Tampo”, jelas Nestor Jono ketika dihubungi via ponsel kemarin.

Kadishut Muna, Mukadimah yang juga coba dikonfirmasi tak berhasil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: