Perlu Penanganan Terpadu

Kendari Pos 2009-09-05/Halaman Lingkungan

Sebetulnya bagi sebagian masyarakat Kota Kendari sudah tidak terkejut dengan “kegagalan” proyek pengerukan dan atau penyedotan lumpur Teluk Kendari yang diprogramkan Pemerintah Kendari.

Dasar berpikirnya adalah kebiasaan pemerintah yang mengedepankan target proyek dibandingkan hasil yang lazim dijumpai pada masa orde baru.

“Secara pribadi, saya tidak begitu terkejut bila Pemkot Kendari berani menggelontorkan lumpur di Teluk Kendari, atau memasang perangkap sedimen misalmya”, ungkapnya kemarin.

Menurut Amar, hal itu dilakukan Pemkot karena penentu kebijakan di daerah ini adalah seorang enginer yang lebih memhaami pendekatan teknik, ketimbang manajerial atau kultural.

Bisa pula karena keterbatasan informasi diantara anggota dewan, oleh karena itu, pihak semestinya menawarkan beberapa opsi alternatif secara kuantitatif bisa menunjukkan trade of masing-masing kepada pengambil kebijakan di daerah.

Mengapa secara kuantitatif? “Untuk menghindari perang opini atau asal bunyi dan agar proses pengambilan kebijakan politik tentang Teluk Kendari bisa semakin rasional. Unhalu seharusnya bisa membaca peluang ini”, katanya.

Menurut ia, kebijakan Teluk Kendari yang baik semestinya tidak saja membentuk perilaku warga Kota Kendari, tapi mesti mampu mengubah modify perilaku warganya. Ini bisa tercapai bilamana dinamika politik Kota Kendari dan wilayah sekitarnya dan diikuti beberapa penyesuaian sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Adalah hal yang sangat aneh, bila tidak ada perubahan kebijakan tentang Teluk Kendari, sementara kebutuhan dan sumber daya daerah ini sudah berubah demikian rupa. Tampaknya, ada pengabaian struktur terhadap salah satu icon sejarah di kota ini.

Sementara itu, kebijakan pengerukan Teluk Kendari dinilai dapat membahayakan biota laut. Dewan daerah Walhi Sultra, Susi, menyatakan perlu ada pengkajian sangat teliti dalam hal pengerukan teluk, sehinga tidak menimbulkan dampak pada lingkungan.

“Namun, upaya pengerukan dari Pemkot, tetap dilihat sebagai niat baik, pemerintah untuk menyelamtakan teluk yang kita banggakan bersama. Sehingga, selain pengerukan teluk pemerintah juga perlu melakukan pembenahan tata ruang untuk pengembangan kawasan pesisir dan teluk, yang berorientasi pada upaya mempertahankan daerah resapan.

Selain itu perlu ada tindakan pemulihan kawasan DAS yang bermuara ke Teluk Kendari, dengan penanaman kembali mangrove di sekitar teluk”, ungkapnya.

Direktur Walhi Sultra,Hartono menambahkan solusi pendangkalan Teluk Kendari tidak cukup hanya dengan pengerukan Teluk, tetapi  perlu diketahui apa penyebabnya.

“Hasil investigasi Walhi Sultra, penyebab pendangkalan Teluk Kendari paling tidak dapat dilihat dari sisi konvervasi hutan mangrove menjadi ruko dan fasiltas lainnya, seperti SPBU, dan pelebaran jalan disisi lain, secara alami DAS tidak mengenal batas administrasi buatan manusia, karena DAS suatu ekosistem dan untuk kasus Teluk kendari Kabupaten Konsel dan Konut berkontribusi terjadinya pendangkalan Teluk Kendari karena suplay sedimentasi terus terjadi konservasi hutan menjadi wilayah pertambangan dan perkebunan,” lanjutnya.

Ia juga memberikan solusi terhadap pendangkalan Teluk Kendari, diantaranya harus adanya keinginan dan usaha yang kuat dari instansi yang terkait dalam menjalin kerjasama yang baik dengan instansi lain yang berada di luar administarsi dalam menangani erosi dan sedimentasi wilayah DAS.

“Selain itu kerjasama lintas kabupaten kota dan provinsi harus berjalan dengan baik, sehingga penanganan Teluk Kendari menjadi kegiatan yang terorganisir secara optimal.

Tidak kala pentingnya membawa tema pengembangan kawasan Teluk Kendari secara bertahap dengan strategi penanganannya berupa pengendalian sedimentasi dan aktivitas ekonomi di DAS,” tambahya.

“Kalau solusi tidak laksanakan, kemumngkinan akan menimbulkan dampak yaitu sering terjadi banjir di saat musim penghujan tiba, dan bertepatan dengan air pasang, ekosistem Teluk Kendari hancur dan kotor, serta terumbu karang yang menjadi rumah ikan juga akan hancur,” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: