Perlu Belajar Di Cilacap

Kendari Pos 2009-09-05/halaman Lingkungan

Pemerintah Kota Kendari perlu belajar di Cilacap yang telah sukses mengeruk pendangkalan perairan “Segara Anakan” bermuaranya sungai-sungai yang di sekitarnya. Saran tersebut disampaikan ahli pengelolaan wilayah pesisir Universitas Haluoleleo, Ir H La Sara Msi PhD.

“Saya pernah berkunjung dan melakukan penelitian di sana, yang mana posisi perairan Sagara Anakan mirip dengan posisi Teluk Kendari.

Pemda Cilacap, katanya melakukan pengerukan perairan tersebut atsa dasar pertimbangan nilai ekonomi besar, selain potensi perikanan untuk masyarakat. Tetapi pengerukan itu membutuhkan biaya yang sangat besar karena alat pengeruk lumpur hidroteknologi di datangkan dari Belanda.

Lumpur-lumpur tersebut dialirkan melalui pipa melewati selat Nusambangan dan Ciamis, bermuara ke Samudera Hindia. Sehingga lumpurnya tidak mungkin kembali lagi dan proses sedimentasinya tidak ada.

Untuk lumpur Teluk kendari perlu pengkajian lebih dalam lagi kalau misalnya lumpur akan dibuang ke Laut Banda, perairan Wawonii, dan Bokori, apakah tidak menimbulkan masalah baru. Terutama terkait dengan ekosistem di perairan tersebut.

“Pelu diketahui bahwa pola pasang surut daerah kita adalah semidurnal (dua kali pasang dan dua kali surut, dengan jelang antara pasang dan surut adalah 5 jaam 45 menit” ungkapnya.

Jadi, ketika lumpur dibuang pada saat surut, dan ketika air laut pasang maka akan kembali lagi ke Teluk.

Karena itu, ia mempertanyakan apakah pengerukan di Teluk Kendari sudah mengantisipasi model dinamika pasang surutnya.

“Ini baru dari segi fisik, sedangkan dari segi biologinya yaitu apakah tidak menimbulkan masalah bagi kehidupan ekosistemnya”, kata La Sara.

“Intinya yaitu harus mengetahui terlebih dahulu peruntukkan pengerukan atau penyedotan Teluk Kendari. Apakah untnuk kepentingan pariwisata, perikanan (tambak), atau perhubungan. Karena pendekatannya berbdeda-beda.

Kalau untuk kepentingan perhubungan bisa saja, tetapi tentunya tanpa karena kompleksnya masalah Teluk Kendari mencakup lintas sektoral. Mulai dari Distan, Dishut, DKP, sampai dengan Dinas Tata Kota.Mereka harus melihat permasalahan dan tingkat kepentingan Teluk Kendari, dengan melepaskan ego sektoral. Demi pengelolaan potensi Teluk Kendari.

Selain itu, pendangkalan teluk antara lain disumbangkan dari sungai dan anakan sungai yang bermuara di teluk. Selain itu, disebabkan karena reklamsi pantai, yaitu pasir dan batu yang ditimbun tergerus air hujan dan masuk ke Teluk Kendari, tentu dalam proses yang lama. Kejadian tersebut tentunya sangat mempengaruhi kehidupan di sekitar Teluk Kendari.

“Misalnya berkaitan dengan kepentingan perikanan, pada tahun 1992 lalu potensinya masih besar, sehingga tidaklah mengherankan kalau masyarakat masih sangat menggantungkan kehidupannya pada Teluk Kendari”, kata La Sara.

Menurut ia, pada tahun 1992 potensi terumbu karang di Teluk Kendari masih sangat luas, sesuai dengan hasil penelitiannya dengan salah satu dosen perikanan Unhalu tentang pengaruh kerusakan terumbu karang dengan tangkapan ikan.

“Beberapa tahun kemudian terumbu karang telah tertimbun oleh sedimentasi, akibat kerusakan ekosistem hutan mangrove sehingga menyebabkan organisme yang berasosiasi dengan terumbu karang seperti ikan karang, crustacea, mollusca mengalami penurunan yang tajam. Yang juga berdampak pada hilangnya mata pencaharian, nelayan”, katanya.

Unhalu pernah melakukan penghijauan Teluk Kendari, tetapi rupanya pemerintah kurang mendukungnya, terlihat dengan tetap maraknya penimbunan hutan mangrove.

Sehingga walaupun penanaman tetap dilaksanakan, tetap tidak ada gunanya. Padahal hutan mangrove berfungsi untuk melindungi garis pantai yang ada di daratan. Sehingga juga menjaga Teluk Kendari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: