Diguncang Gempa Kecil, Warga Kota Panik

Media Sultra 2009-09-05/Halaman Utama

Kendari– Meski berdurasi sekitar 2 detik, tapi gempa dengan magnitude kecil yang hanya 2, 3 skala ritcher yang menguncang Kota Kendari, kemarin sempat membuat warga panik.

Sejumlah warga di jalan Tanukila Kelurahan Anaiwoi Kecamatan Kadi berlarian ke luar rumah begitu merasakan guncangaan yang diakibatkan oleh gempa tektonik tersebut sekaligus mengantisipasi adanya gempa susulan.

“Begitu terasa ada guncangan kami pilih keluar rumah”, kata Akmal salah seorang warga yang ditemui kemarin.

Satu hal yang membuat sejumlah warga tersebut memilih keluar rumah untuk mengamankan diri, karena merasa khawatir gempa yang terjadi sekitar pukul 05.18 Wita itu kekuatannya sama dengan gempa beberapa hari yang menguncang Jawa Barat dan Jakarta.

Sementara itu, saat dikonfirmasi soal gempa tektonik tersebut Kepala Stasisun Geofisika Kendari, Sukadi, menyatakan getaran gempa terasa hingga radius puluhan KM. Meski magnitude-nya hanya 2,3 SR, tapi Andouonohu getarannya terasa sangat kuat.

Selain karena berada di daerah pusat gempa, daerah tersebut juga kata Sukadi, bertanah gambut, sehingga mudah utnuk goyah.

“Pusat gempa berada pada koordinat 122,6 bujur timur dan 3,9 lintang selatan, atau berada di kelurahan Andouonoho dengan titik kedalaman 10 kilo meter.

Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan kerusakan. Tapi, semuanya mesti waspada, karena kemungkinan besar gempa yang itu bukan yang terakhir di Sultra”, katanya.

Berdasarkan keternagan dari stasiun Geofisika Kendari, di Sultra banyak terdapat pahatan yang tersebar di Baubau, Kolaka, Moramo, Lasolo, Tinaggea, dan Wawaonii.

Untuk pahatan yang berada di sebelah timur Wawonii, Sukadi menyatakan, bisa berlempengan.

“Tahun 2000 lalu, juga pernah terjadi gempa 7,0 skala richter di wawoonii, dan itu berpeluang terjadi tsunami serta menimbulkan kerusakan yang besar”, ujarnya.

Sementara di daerah lain hanya ada patahan kecil, sehingga jika terjadi pergeseran potensi gempa tektonik hanya 5-6 SR.

Namun ini tidak menutup kemungkinan terjadinya gempa yang lebih dashyat lagi. Hal itu katanya berkaca dari sejarah bahwa di daerah Nanga-nanga pernah terjadi tsunami pada tahun 1825.

“Artinya, bisa saja itu terjadi, tergantung dari pergeseran lempeng bumi “, tukasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: