Jaringan PDAM Hanya Bisa Mencover Sebagian

Kendari Pos 2009-09-04/Halaman 13 Metro Kendari

Oleh: Yenni Yusuf, Kendari

Pemerintah bukannya tak peduli dengan derita warga Lapulu yang selalu hidup dengan kesulitan air bersih. Dana yang tak cukup membuat jaringan yang di bangun sementara ini belum bisa menjangkau semua perkampungan yang memnag butuh suntikan infrastruktur air dari pemerintah.

Dulu sebelum ada iar kemasan air isi ulang, warga hanya mengandalkan sumber air minumnya dari sumur bor. Dengan bergulirnya waktu, fasilitas air bersih yang dibangga-banggakan warga itu pun aus.

Untung saja, mereka yang punya sedikit uang, saat ini mencuci piring buang hajat. Semua itu, untuk mensiati penggunaan air tawar seminim mungkin.

“Pagi-pagi, saya sudah pergi ambil air laut untuk cuci piring. Bilasan pertamanya pakai air asin, nanti bilasan keduanya baru pakai air tawar. Begitu juga, kalau kita buang air besar” ungkapnya.

Nah, sekarang pada tahun 2009 Kelurahan Lapulu beserta dua kelurahan lainnya yakni Abeli dan Pudai kembali mendapat berkah.

Pasalnya ada proyek pengadaan dengan pemasangan pipa PDAM PVC4 dengan nilai pekerjaan Rp 194 juta oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU Kota Kendari.

Sumber airnya nanti berasal dari PDAM Anggoeya. Sewaktu penggalian sementara dalam pengerjaan, warga kelurahan Lapulu berharap bisa segera menikmati fasilitas air bersih setelah sekian lama tidak mendapatkan lagi air bersih dari fasilitas sebelumnya.

Namun harapan itu pupus, utamanya bagi warga yang tinggal di Jalan Dermaga dan perintis setelah tahu bahwa pekerjaan penggalian pipa telah selesai 19 Agustus lalu.

Sementara di lingkungan mereka, belum ada tanda-tanda adanya penggalian pipa PDAM seperti yang diharapkan.

Tapi, apa mau dikata, ternyata Jalan Dermaga dan Perintis beserta beberaap lingkungan lainnya belum masuk dalam daftr penggalian karena terbatasnya dana yang ada.

Menurut Kasi Air Bersih dan Drainase Dinas PU Kota Kendari, Ir Yohanis Tulak, bahwa disisi lain pihaknya akan mencari mata air utnuk bisa mencover semua masyarakat di kecamatan Abeli, dan Poasia.

‘Kalau ada mata air, kita bisa buatkan intake untuk mengairi dibantu dari masyaraakat juga. Seperti yang ada di Kelurahan Tobimeita, itu mata air kita buatkan intake untuk menyalurkan ke masyarakat yang mebutuhkan air bersih”, tuturnya.

Sementara itu, Lurah Lapulu, Sulkarnain S.Sos menjelaskan pihaknya sudah menerima kelurahan dari warga yang kesulitan mendaaptkan air bersih.

Termasuk, soal pemasangan pipa PDAM yang belum mencover semua lingkungan ke kelurahannya.

Ia berharap, semua warganya bisa segera menikmati fasilitas aiar bersih.

Menunggu hingga tahun 2010, memnag bukanlah waktu yang singkat ditengah sulitnya mencari air bersih. Sarmila, salah seorang warga berharap agar pemerintah terkait segera memberi solusi sambil menanti hadirnya PDAM.

Ia juga berharap, kehadiran PDAM secara permanen nantinya tidak memberatkan warga.

“Dengar-dengar, ada biaya pemasangan meteran yang cukup mahal. Katanya sekitar Rp 1 juta. Mudah-mudahan, ongkosnya tidak semahal itu” harapnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: