Fungsi Hutan Adat Buluhcina Akan Dikembalikan

Kompas 2009-09-04/Halaman  24 E paper Nusantara

Pekanbaru- Hutan adat atau hutan wisata Buluhcina di Kampar, Riau, yang dirusak pengelolanya, Ninik Mamak Negeri Enam Tanjung, akan dikembalikan ke bentuknya semula.

”Kami memang sudah menetapkan untuk mengembalikan fungsi hutan itu seperti sedia kala. Ke depan, rencana pembukaan jalan di tengah hutan itu tidak akan pernah diizinkan oleh Pemerintah Provinsi Riau,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Riau Zulkifli Yusuf, Kamis (3/9) di Pekanbaru.

Ditanya tentang proses penyidikan polisi terkait perusakan hutan, yang sempat menjadi obyek peraih Kalpataru tersebut, Zulkifli mengatakan, hal itu terus berjalan.

”Kami mendukung langkah hukum yang sekarang sedang ditangani Polres (Kepolisian Resor) Kampar,” katanya.

Berdasarkan laporan dari Polres Kampar, lanjut Zulkifli, aparat sudah memanggil enam orang yang diduga terkait dengan kasus perusakan hutan tersebut. Meski demikian, hingga kemarin belum ada yang dinyatakan sebagai tersangka.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Riau, Fadrizal Labay menyambut baik rencana Dinas Kehutanan Riau.

”Apa pun alasannya atau apa pun dalihnya, perusakan hutan tanpa mendapat izin dari pemiliknya, yakni Pemerintah Provinsi Riau, adalah sebuah kejahatan,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar akhirnya mencabut anugerah Kalpataru, yang pernah diberikan kepada Ninik Mamak Negeri Enam Tanjung.

Pertimbangannya, yang bersangkutan melanggar komitmen pelestarian hutan ulayat Rimbo Tujuh seluas 1.000 hektar, yang ditunjukkan dengan pembukaan hutan untuk pembangunan jalan sepanjang 3,036 kilometer selebar 15 meter.

Rencana pembukaan jalan, menurut Rachmat, ada sejak April 2009 atau satu bulan sebelum penilaian tim verifikasi, Mei 2009.

Terkait pemulihan fungsi hutan adat tersebut, Zukifli mengatakan, pihaknya sudah mengirim surat kepada ninik mamak di kawasan itu agar tak meneruskan pekerjaan pembukaan jalan di tengah hutan wisata.

”Surat tersebut juga menjadi rujukan bagi aparat keamanan untuk mengambil sikap,” katanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: