Pencakar Langit Bergoyang, Ribuan Orang Panik

Kompas 2009-09-03/Halaman E-Paper Utama

Oleh: Iwan Santosa

Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter mengguncang barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Meski berjarak 240 kilometer dari pusat gempa, gedung-gedung pencakar langit di Jakarta turut bergoyang dan ribuan orang pun panik….

Pusat perputaran uang ratusan miliar rupiah di Republik Indonesia di segitiga emas Jakarta hingga perkantoran menteri dilanda kekalutan, Rabu (2/9) pukul 14.55, ketika lebih dari 10 detik gedung-gedung bergoyang ke kanan dan ke kiri.

Sesaat setelah gempa mulai, ribuan orang berjuang turun dari gedung melalui tangga darurat dalam kepanikan massal.

Kaum perempuan dan orang tua yang panik menguras tenaga untuk melewati ribuan anak tangga darurat.

Bisa dibayangkan mereka turun dari tangga darurat lantai 20 ke lantai satu! Itulah yang membuat belasan pekerja di gedung tinggi menjadi korban.

Ada yang pingsan karena kaget. Ada juga yang pingsan karena kelelahan turun tangga darurat.

Sekurangnya 18 korban pingsan karena kelelahan dan sempat dirawat di Rumah Sakit Jakarta, Jakarta Selatan. Di RS Metropolitan Medical Centre (MMC), Kuningan, Jakarta Selatan, empat mahasiswi Universitas Perbanas juga dirawat setelah pingsan kelelahan dan terinjak-injak saat berebut turun.

Martin, karyawan pengelola gedung Indocement, kepada wartawan di RS Jakarta menjelaskan, Novten, rekan kerjanya, pingsan kelelahan dari lantai 22 Wisma Indocement, Jalan Jenderal Sudirman.

”Dia sempat naik lagi sebentar, lalu pingsan,” ucap Martin. Ia sendiri tidak ikut turun dan tetap bekerja di lantai 23 Wisma Indocement.

Seorang petugas satuan pengamanan (satpam) gedung Sampoerna Strategic Square yang juga ditemui di RS Jakarta mengatakan, dia sedang mengurus tiga karyawan Sampoerna yang juga dirawat setelah pingsan.

”Dua karyawan kami sudah pulang, seorang lagi masih dirawat,” ujar petugas satpam itu.

Gedung Sampoerna terdiri dari 32 lantai, tetapi menurut petugas satpam itu, gedung tetap utuh. Tak ada kerusakan akibat gempa. Berbeda dengan Gedung Veteran di Plaza Semanggi, Jakarta Selatan. Salah satu tiang gedung tersebut di lantai delapan retak.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie yang berusaha menenangkan ratusan peserta yang menghadiri peluncuran buku Dr BS Kusmuljono, Menciptakan Kesempatan Rakyat Berusaha-Hybrid Financing, diabaikan hadirin.

Suara gemerincing lampu kristal akibat gempa membuat peserta spontan berhamburan keluar dari Wisma Antara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang sedang menjelaskan rencana pembiayaan defisit anggaran APBN 2010 juga menghentikan paparan karena gempa. Tiba-tiba seorang wartawan berseru, ”Ada gempa, ada gempa.”

Menkeu mengajak Darmin Nasution dan Mulia Nasution beranjak ke luar ruang aula Ditjen Pajak. Konferensi pers pun bubar. Wartawan melihat gedung Ditjen Pajak yang baru bergoyang ke kanan dan ke kiri.

Meski dikejutkan gempa, wartawan masih berusaha mengejar Menteri untuk wawancara sampai ke mobil.

Gedung Bursa Efek Indonesia juga dilanda kepanikan, tetapi perdagangan saham tetap dilanjutkan.

Semua perkantoran dan kedutaan besar asing di sekitar Jalan Rasuna Said, Jalan Gatot Subroto, dan kawasan Sudirman-Thamrin menghentikan kegiatan.

Pekerja berkerumun di pelataran gedung-gedung. Kemacetan lalu lintas terpantau di seluruh penjuru kota.

Demikian pula pusat perbelanjaan. Pengunjung Mal Taman Anggrek juga berebutan ke luar mal sehingga mereka berdesak- desakan di pintu keluar.

Petugas satpam dengan tenang meminta para pengunjung untuk tertib meninggalkan lokasi sehingga tidak terjadi kekacauan.

Pengunjung yang berhasil ke luar berusaha menghubungi teman-teman mereka.

”Temanku belum bisa dihubungi, nih,” kata Naning, seorang pengunjung yang terpisah dari temannya.

Kekacauan juga terpantau merata di Bekasi, Depok, dan Bogor. Puluhan karyawan dan penghuni rumah toko kompleks Sentra Niaga Kalimalang, Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, berhamburan meninggalkan gedung kantor dan ruko. Bangunan bertingkat tiga itu bergoyang-goyang hampir semenit.

Jakarta aman

Selain korban luka, ada beberapa gedung retak-retak akibat gempa. Gedung Rektorat Universitas Indonesia, Depok, mengalami retak meskipun tidak rusak parah.

Menurut Direktur Umum dan Fasilitas Universitas Indonesia Donanta D, kejadian itu juga membuat panik seisi gedung, termasuk dia dan rekan yang sedang rapat di lantai 2.

Kepala Subbidang Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hari Tirtojatmiko menambahkan, gempa berkekuatan 7,3 skala Richter terjadi pukul 14.55. Gempa berpusat di Tasikmalaya. Tidak lama setelah gempa itu, muncul gempa-gempa susulan lainnya berkekuatan 5,1 skala Richter.

Peringatan tsunami yang diumumkan BMKG dinyatakan berakhir setelah gempa berlangsung melemah. Kondisi di Jakarta pun dinyatakan telah aman kembali.

”Memang sempat ada kecemasan timbul tsunami karena pusat gempa di tengah laut, tetapi dalam perkembangannya tidak terjadi,” kata Hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: