Ribuan Pakar Bahas Cuaca di Geneva

Kompas 2008-09-01/Halaman  13 E- paper Lingkungan

Geneva – Sejumlah pakar cuaca mulai Senin (31/8) berkumpul dalam Konferensi Iklim Sedunia di Geneva, Swiss.

Dalam pertemuan ”Global Framework for Climate Services” itu disebut perlu upaya ”genting” untuk berbagi informasi yang dibutuhkan masyarakat dunia dalam rangka beradaptasi dengan perubahan iklim.

Keterlibatan sekitar 2.500 pakar tersebut terjadi tepat di tengah-tengah situasi muram perundingan iklim global menjelang Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) di Kopenhagen, Denmark, Desember 2009 mendatang. Konferensi di Geneva ini bukan bagian dari proses menuju Kopenhagen.

Direktur Jenderal Organisasi Meteorologi Sedunia (WMO) PBB Michel Jarraud menyatakan, konferensi mendiskusikan langkah-langkah untuk mendorong peramalan cuaca dan iklim jangka panjang, khususnya di Afrika dan negara-negara berkembang.

”Ada jurang informasi besar yang harus segera diisi di sana,” katanya kepada wartawan seperti dilaporkan AFP, Senin.

Pihak penyelenggara menyebutkan, konferensi akan menjadi kunci menolong dunia memperoleh informasi yang dibutuhkan. Khususnya, untuk beradaptasi dengan iklim ekstrem yang disebabkan pemanasan global.

Kepada wartawan peliput konferensi, Direktur Lingkungan Gedung Putih Sherburne Abbott menyatakan, hasil pertemuan lima hari itu ”genting untuk mengopi variabilitas iklim”.

Sebelumnya, WMO memperingatkan bahwa pemanasan global mendorong perubahan keputusan untuk beberapa hal, di antaranya mengantisipasi banjir, pertanian, atau pembangkitan listrik, yang pada masa lalu sering dikaitkan dengan pola cuaca dan permukaan laut.

”Saat ini dunia harus mengantisipasi perubahan. Dunia tak bisa lebih lama menggunakan data masa lalu untuk memutuskan masa depan,” kata Jarraud.

Banyak hal dibicarakan dalam diskusi, yang diharapkan dapat memperoleh penajaman terkait pengambilan kebijakan, seperti persoalan air, pertanian, perikanan, kesehatan, kehutanan, transportasi, pariwisata, energi, dan persiapan-persiapan menghadapi berbagai bencana alam.

Menurut Jarraud, dibutuhkan kerja sama internasional dalam peramalan cuaca untuk memperluas cakupan prediksi iklim.

Kepemimpinan

Selain membutuhkan kemampuan analisis para ahli cuaca, perundingan iklim global butuh kepemimpinan.

Setelah Barack Obama terpilih sebagai Presiden AS, kemenangan kelompok oposisi di Jepang juga membawa harapan keterlibatan intensif dalam negosiasi iklim.

Seperti diutarakan Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim Rachmat Witoelar, komitmen sejumlah negara maju (Annex I), dengan kewajiban menurunkan emisi karbon dalam jumlah besar, melemah dan terkesan mengulur waktu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: