Bila Teluk Kendari Dangkal

Kendari Ekspres 2009-08-31/Halaman  8 Kota  Ekspres

Dari hasil penelitian tahun 2007, kedalaman Teluk Kendari tersisa 9 meter, Irianto Dahlan, Kepala Administrasi Pelabuhan (Adpel) Kendari, mengakui hal ini, jika laju sedimentasi terus terjadi, bahaya buat perkembangan ekonomi Kota Kendari bahkan Sulawesi tenggara.

Oleh Muh. Abdul Majid

Teluk Kendari adalah urat nadi Kota Kendari. Segala aktivitas ekonomi bersumber dari sini. Sebut saja, arus barang sembilan bahan pokok dari Makassar maupun Surabaya yang diangkut mulai kapal barang (kargo), maupun peti kemas sandar di pelabuhan Kendari.

Hampir seluruh bahan pokok kebutuhan dasar seluruh masyarakat Kendari dan sekitarnya termasuk Konawe, Konawe Selatan , dan Konawe Utara, diangkut melalui Pelabuhan Nusantara IV di Teluk Kendari.

Namun, laju sedimentasi lumpur yang bersumber dari 18 sungai yang bermuara di Teluk Kendari mulai mengancam terhambatnya pengiriman barang itu.

Dengan kedalaman 9 meter, memang masih dianggap normal dan aman bagi kapal peti kemas dan kargo berlabuh.

“Sementara itu, masih cukup aman untuk berlabuh bagi kapal-kapal pemuat barang. Tidak atau 10 tahun yang akan datang”, ungkap Syafruddin, Manager Umum PT Pelindo IV Kendari di temui pekan lalu.

Menurut ia, arus barang keluar masuk dari Makassar maupun Surabaya saat ini belum terhambat. Sepanjang tahun 2008 sampai Triwulan II tahun 2009 katanya masih normal.

Seluruh kapal kargo maupun peti kemas berjumlah masing-masing 12 kapal peti kemas dan 15 kapal kargo yang masuk setiap bulan masih bisa bersandar dari pelabuhan Kendari.

“Hambatannya, hanya cuaca musiman, seperti musim barat atau musim timur, yang membuat kapal agak terlambat masuk pelabuhan Kendari”, katanya.

Meski masih cukup aman, tetapi Pelindo sedikit resah juga jika Teluk Kendari ke Bungkutoko kata Syafruddin, adalah solusi tepat. Hanya saja di Bungtoko, harus membuat penahan gelombang besar.

Beda dengan Teluk Kendari, yang tak perlu penahan gelombang.

Jika perlu sedimentasi terus terjadi, maka aktivitas pelabuhan akan menurun. Kegiatan ekonomi yang nikmati langsung oleh masyarakat akan terhambat.

Dari beberapa cacatan yang diperoleh dari Adpel, bakal ada sekitar 300 buruh pelabuhan akan kehilangan pekerjaan, karena pendangkalan itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: