Wakatobi "Surga Terumbu Karang

Kendari Ekspres 2009-08-29/Halaman Utama

Wakatobi– Sebanyak 61 kapal yacht dari berbagai negara ikut meramaikan Festival Budaya Wakatobi yang mulai digelar Kamis lalu. Para penumpang kapal mewah tersebut, Rabu (26/8) malam, dijamu makan malam oleh pemerintah dan masyarakat Wakatobi.

“Saya menemukan kepuasan yang laur biasa di Waaktobi. Selain terumbu karangnya cantik dan menakjubkan, masyarakatnya juga ramah. Ini kepuasaan yang belum pernah saya temukan di belahan manapun di dunia ini”, ungkap Keith Harding asal Australia.

Keith yang menyelam di perairan laut Wakatobi, mengaku sudah menjelajahi hampir seluruh tempat penyelaman di dunia.

Namun, keragaman terumbu karang di alam bawah lautnya tidak secantik dan sedahsyat terumbu karang Wakatobi.

“Di laut Karibia hanya ada di 50 spesies terumbu karang dan Laut Merah hanya ada sekitar 300 jenis terumbu karang. Di Wakatobi ada 750-an jenis terumbu karang.

Ini benar-benar surga yang paling menyenangkan dan memabukkan”, tuturnya.

Menurut Hugua, terumbu karang Wakatobi tepat berada di pusat Segitiga Karang Dunia.

Dengan 750 jenis terumbu karang atau sekitar 80 persen dari seluruh jenis terumbu karang atau sekitar 80 persen dari seluruh jenis terumbu karang dunia maka menyelam di perairan laut Wakatobi sesungguhnya sudah menaklukkan terumbu karang dunia.

“Kalau para pecandu selam belum menyelam di perairan laut Wakatobi, maka yang bersangkutan sebetulnya belum mengenal terumbu karang seutuhnya.

Karena itu, datang menyelam di Wakatobi jika ingin mengetahui terumbu karang dunia yang sesungguhnya. Semua keindahan itu ada di Pusat Segitiga Karang Dunia”, jelasnya.

Bupati Hugua, mengungkapkan hari pertama pergelaran Festival Budaya Wakatobi, pemerintah dan masyrakat Wakatobi menyelenggarakan tradisi Bangka Mbunga-mbunga, tradisional masyarakat Bajo melarung sesajen di laut.

Melalui tradisi itu, masyrakat Bajo meminta kepada penguasa laut agar diberi rezeki yang melimpah dan menjauhkan para nelayan dari bahaya badai gelombanga laut.

“Intinya acara lewat tradisi ini, masyarakat memohon kepada penguasa laut agar diberi kemudahan dalm mencari nafkah dan menjauhkan mereka dari bahaya badai gelombang laut. Acara ini akan diikuti ribuan perahu nelayan Wakatobi” ungkapnya.

Selain tradisi tersebut, selama berada di Wakatobi, para penumpang kapal yatch juga akan disuguhi berbagai atraksi budaya seperti Karia, Kabuenga, dan berbagai tradisi lisan lainnya.

Khusus tradisi Karia, tradisi keluarga mengumumkan anak-anak gasi mereka yang sudah memasuki usia akil baliq dan sudah siap dilamar, akan diikuti sekitar 5.00 peserta yang berasal dari berbagai pelosok di Wakatobi.

“Festival Budaya Wakatobi menyambut para penyelam kelas dunia ini benar-benar mendapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat Wakatobi”, ungkapnya.

Sebagaimna diketahui, diantara para penumpang kapal yatch itu, adalah peserta lomba foto alam bawah laut Wakatobi berhadiah US$40.000.

Hasil karya fotografer kelas dunia itu akan dimuat sejumlah majalah internasional dan disiarkan di sejumlah stasiun televisi.

“Lomba foto ini merupakan strategi pemerintah Kabupaten Wakatobi memasarkan potensi wisata selam kepada pecandu selam dunia” jelas Hugua.

Kawasan terumbu karang Wakatobi yang menjadi area penyelam memiliki luas kurang lebih 1,3 juta hektare. Kawasan seluas itu sudah ditetapkan sebagai Taman Laut Nasional Wakatobi sejak tahun 1996.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: