Polisi "Mengendap"di Kawasan Jati Tungkuno

Kendari Pos 2009-08-28/Halaman 5 Bumi Anoa

Raha–Aparat Kepolisian di Muna mencoba bergerak cepat mengambil peran dalam mengusut praktek pembalakan liar di kawasan hutan jati Kecamatan Tungkuno yang mulai rusak.

Kemarin, satu unit tim berkekuatan 16 personil Dalmas dan enam anggota Sat Reskrim berangkat ke kawasan hutan jati satu-satunya yang tersisa di Muna itu.

Informasi yang diperoleh, tim khusus tersebut akan “mengendap” sekaligus melakukan penyelidikan terhadap praktek pembalakan jati di kawasan hutan tersebut.

“Benar, kami turunkan tim untuk menggelar penyelidikan tindak pidana pengrusakan hutan jati Tungkuno. Informasi yang diperoleh memang baru dari media saja,” ungkap Kasat reskrim Polres Muna, AKP Agus Sugiarso, kemarin.

Ditempat terpisah, mantan Kadishut Muna, La Ode Kardini, mengakui prihatin dengan kondisi hutan jati di kawasan kecamatanTungkuno yang mulai dirambah.

“Saya sedih melihat kayu jati dirambah di dekat kantor Kehutaan UPT Muna Tenggara.

Harusnya kita pertahankan yang masih ada. Semua orang tahu kalau jati adalah ikon Kabupaten Muna dimana-mana. Dan semua orang juga tahu kalau jati Muna ini sudah habis.

Yang tersisa cuma di Tungkuno dan cagar alam Napabalano. Apalagi yang jadi kebangaan kita di Muna ini jika hutan jati yang masih tersisa terus dirambah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: