Antisipasi El Nino dengan Sorgum

Oleh Fransiska Rungkat Zakaria

Kompas 2009-08-26/E-Paper Halaman 14 Ilmu Pengetahuan & Teknologi

Berbagai cara untuk mengantisipasi perubahan iklim yang akan mengakibatkan musim kering yang berkepanjangan telah direncanakan oleh Departemen Pertanian, termasuk menyiapkan benih padi khusus untuk lahan rawa, kering, dan sawah minim air.

Pemilihan tanaman padi sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat Indonesia yang berjumlah besar tentu tidaklah salah mengingat kebiasaan makan orang Indonesia yang sangat bergantung pada beras sebagai sumber zat gizi karbohidrat.

Namun, perlu dicari alternatif tanaman pangan lain selain beras untuk mencapai tujuan ketahanan pangan jangka panjang yang dapat dilakukan melalui penyediaan pangan lain sebagai sumber karbohidrat. Salah satu tanaman pangan sumber karbohidrat yang berpotensi besar menggantikan beras adalah sorgum.

Tanaman serealia yang berasal dari Afrika Timur ini merupakan serealia kelima terpenting sebagai bahan pangan manusia dan dikonsumsi oleh lebih dari 500 juta orang di lebih dari 30 negara.

Produksi total sorgum dunia pada tahun 1990 berjumlah 58 juta ton dan negara produsen terbesarnya adalah Amerika (25 persen), India (21,5 persen), Meksiko (11 persen), China (9 persen), dan Nigeria (7 persen). Sebagian besar sorgum dikonsumsi dalam bentuk roti tak beragi (capati) dan bubur (FAO, 1991).

Tanaman padi-padian ini tumbuh dengan baik di lahan kering, seperti lahan-lahan marjinal di Indonesia.

Keunggulan sorgum terletak pada daya adaptasi agroekologi yang luas, tahan terhadap kekeringan, produksi tinggi, memerlukan input lebih sedikit, serta lebih tahan terhadap hama dan penyakit dibandingkan tanaman pangan lain.

Tanaman sorgum telah lama dan banyak dikenal oleh petani Indonesia, khususnya di daerah Jawa, NTB, dan NTT. Di Jawa sorgum dikenal dengan nama cantel dan pada umumnya ditanam secara tumpang sari dengan tanaman pangan lainnya.

Beberapa varietas sorgum yang telah dikembangkan oleh Departemen Pertanian adalah varietas UPCA-S1, UPCA-S2, No 46, No 6c, dan No 7c. Namun, produksi sorgum Indonesia masih sangat rendah, bahkan secara umum produk sorgum belum tersedia di pasar-pasar. Hal ini antara lain disebabkan oleh belum tersedianya fasilitas pengolahan pascapanen sorgum, seperti yang disediakan untuk padi.

Sebagai bulir biji yang diselimuti kulit yang keras dan berukuran lebih kecil dari bulir padi diperlukan mesin pemecah kulit yang baik dan khusus untuk menghasilkan ”beras sorgum” yang mudah dikonsumsi. Mesin pemecah yang ada belum dapat memecahkan kulit dari sorgum secara optimal dan berskala besar.

Manfaat bagi kesehatan

Sebagai bulir, sorgum dibalut oleh kulit yang keras dan di antara kulit dan biji terdapat lapisan aleuron yang kaya akan zat-zat gizi, seperti antioksidan; berbagai jenis mineral, seperti kalsium, lemak yang mengandung asam-asam lemak tidak jenuh, berbagai jenis vitamin termasuk vitamin E, serat, dan kandungan protein yang lebih tinggi dari beras.

Sorgum mengandung zat besi 7 mg per 100 gram, dan mineral seng yang sangat baik, yaitu 5 mg per 100 gram, yang berarti mengonsumsi sorgum sebanyak 100 gram per hari sudah dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan zat besi dan seng setiap hari.

Banyak publikasi hasil-hasil penelitian internasional dan nasional yang melaporkan khasiat sorgum bagi kesehatan yang berhubungan dengan kandungan senyawa bioaktif dalam sorgum, seperti senyawa fenol, yaitu asam ferulat, dan polifenol yang memberi warna kecoklatan yang banyak terdapat pada lapisan aleuron sorgum.

Untuk mempertahankan manfaat sorgum, pengolahan biji ini menjadi ”beras sorgum” sebaiknya tak melalui penyosohan berlebihan sehingga tidak menghilangkan warna coklat dan tidak merontokkan lapisan aleuron yang sangat berguna bagi kesehatan. Khasiat sorgum bagi kesehatan yang dilaporkan termasuk aktivitas sebagai antikanker dan kemampuannya menurunkan kolesterol darah.

Tim peneliti dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor, dengan dana dari Departemen Pertanian, melakukan penelitian yang melibatkan mahasiswa sebagai relawan dan menggunakan tikus percobaan di laboratorium untuk mempelajari manfaat sorgum sebagai bahan pangan bagi penderita diabetes, pemicu respons imun, dan penunjang kapasitas antioksidan.

Pada penelitian yang melibatkan 12 orang mahasiswa dilakukan uji coba untuk mengetahui indeks glisemik, yaitu kecepatan bubur sorgum dalam meningkatkan kadar gula darah.

Dari hasil penelitian kami, ternyata sorgum mempunyai nilai indeks glisemik rendah sebesar 44,69 sehingga baik untuk penderita diabetes dan orang sehat untuk mencegah terjadinya diabetes.

Penelitian pada tikus laboratorium memperlihatkan, tikus yang mengonsumsi sorgum mempunyai sel-sel imun 3,2 sampai 3,4 kali lebih aktif memperbanyak diri, mempunyai kapasitas antioksidan hati 30 persen lebih tinggi, dan aktivitas enzim-enzim antioksidan hampir dua kali lebih tinggi.

Peningkatan kemampuan sel-sel imun tubuh memperbanyak diri merupakan indikasi lebih sigapnya sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus dan mikroorganisme lain yang memasuki tubuh.

Enzim-enzim antioksidan ini merupakan enzim yang disintesis oleh tubuh sendiri untuk mempertahankan diri dari kerusakan oleh radikal bebas.

Oleh karena itu, konsumsi sorgum yang menaikkan aktivitas tubuh merupakan suatu pertanda baik dalam mempertahankan kerusakan sel-sel tubuh dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif.

Diharapkan, penelitian ini dapat dilanjutkan dengan pengamatan pada manusia yang mengonsumsi sorgum secara teratur sebanyak 100 gram per hari. Secara teoretis akan didapat hasil sama seperti yang terlihat pada percobaan dengan hewan di laboratorium.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi rakyat dalam menghadapi musim kering.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: