18 Nelayan Ditangkap

Kompas 2009-08-26/E-Paper Halaman 23 Nusantara

Pontianak – Patroli Departemen Kelautan dan Perikanan baru-baru ini menangkap dua kapal nelayan asing berikut 18 anak buah kapalnya di perairan Kalimantan. Kedua kapal itu diduga mencari ikan dan sumber daya alam bawah laut secara ilegal di perairan Indonesia.

Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak Bambang Nugroho, Selasa (25/8), mengungkapkan, satu kapal nelayan Thailand berbendera Malaysia ditangkap Kapal Patroli Hiu 03 milik Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Kamis lalu di perairan sebelah barat daya Gosong Niger, wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).

Kapal berbobot mati 115 ton dengan nama KM SF2-3532 tersebut diawaki 11 nelayan Thailand dan 3 nelayan Kamboja. Kapal beserta barang bukti 100 kilogram ikan langsung dibawa ke Satuan Kerja PSDKP di Pemangkat untuk proses hukum selanjutnya

”Belum bisa dipastikan apakah nelayan Thailand itu sengaja menyamar (memasang bendera Malaysia) atau mereka dipekerjakan (warga) Malaysia untuk mencari ikan di perairan kita,” kata Bambang, seraya menambahkan, kapal tersebut tidak dilengkapi dokumen pelayaran.

Jumat lalu, lanjut Bambang, giliran KRI Pulau Rusa 726 menangkap satu kapal Vietnam berbobot mati 15 ton di perairan sekitar 12 mil sebelah barat daya Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang, Kalbar.

Kapal yang diawaki empat nelayan Vietnam yang juga tanpa dokumen itu diduga hendak menjarah terumbu karang atau benda-benda berharga di bawah laut.

”Kapal berikut anak buah kapalnya kini ditahan di Pangkalan TNI AL Pontianak,” kata Bambang.

”Target mereka bukan ikan, melainkan terumbu karang atau kekayaan bawah laut lainnya. Ini diketahui dari barang bukti kompresor dan peralatan selam di kapal itu,” kata Mayor Laut (P) Agus Pratopo, Komandan KRI Pulau Rusa.

Potensi

Potensi kekayaan alam bawah laut di sekitar perairan Kalbar diperkirakan cukup besar. Di sekitar Gosong Niger yang berupa karang pasir seluas 50 hektar itu terdapat potensi lobster mutiara, ikan kerapu mutiara, dan terumbu karang.

”Selain itu, banyak kapal harta karun zaman dulu yang tenggelam di sekitar perairan itu,” ujar Bambang.

Menurut Komandan Pangkalan TNI AL Pontianak Kolonel Laut (P) Trikora Harjo, pengawasan intensif kapal patroli milik TNI AL, DKP, dan polisi perairan di perairan Kalbar saat ini cukup efektif untuk menekan praktik penangkapan ikan tanpa izin (illegal fishing) yang dilakukan kapal nelayan asing. Hal ini dengan sendirinya menguntungkan nelayan lokal

Berdasarkan data DKP, pada semester pertama tahun ini tercatat sekitar 80 kapal nelayan asing tertangkap di perairan Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: