Pengolahan Rumput Laut Sangat Menjanjikan

Media Sultra 2009-08-24/Halaman 7 Daerah

Andoolo– Potensi rumput laut di Sulawesi Tenggara khusunya di Konawe Selatan sangat menjanjikan suprasktuktur jalan sudah mendukung sampai ke kantong-kantong produksi.

Mengingat Geografis Kab.Konsel yang memiliki garis pantai yang cukup luas dan banyak-banayak pulau-pulau sehingga sangat cocok utnuk pembudidayaan rumput laut.

Selain infrastuktur dan suprasuktur, tentu sumber daya manusia atau SDMnya hjuga hrus memadai.

Menurut Dr Ir Rahmad Sofyan Patadjai  kemarin, selain efektif dan efesien, budidaya rumput laut juga tidak membutuhkan dana yang banyak.

Waktu yang dibutuhkan untuk pemeliharaannya hanya 40 hari, dapat menyerap tenga kerja untuk proses pengikatan bibit, dan tidak membutuhkan biaya banyak untuk pemeliharaan karena tidak menggunakan pupuk atau pestisida.

Potensi gagal panen sangat kecil jika lokasi pembudidayaannya tepat yaitu harus ada arus dan gelombang air. Arus tujuannya utnk membawa unsur hara dan gelombang untuk menggerakkan rumput laut sehingga dapat membersihkan partikel-partikel yang melekat.

Salah satu hama yang selam ini ditakutkan para petani yaitu ikan boronang, menurutnya dapat diatasi dengan melakukan pembibitan secara serentak oleh para petani sehingga ikan tidak menfokuskan gigitannya pada salh satu titik saja.

Bahkan, gigitan yang diakibtkan oleh ikan baronang itu dapat dijadikan multi efek player. Karena luka yang diakibatkan oleh gigitan ikan justru dapat menambah tunas rumput laut. Selain itu, para petani dapat menggunakan rumput laut itu sebagai umpan balik menangkap ikan dengan menggunakan jaring atau jala.

Ketersediaan bahan baku di pesisir Kecamatan Moramo Utara, Kolono, Moramo, dan Tianggea sebenaranya dapat dikembangkan hingga ke tahap produksi dari bahan baku menjadi barang siap pakai seperti tepung.

Sehingga harga jual rumput laut pata petani stabil serta pembenihan secara kontinyu dapat dilakukan.

Lanjutnya, perlu adanya lembaga khusus yang menangani pembudidayaan rumput laut. Minimal untuk menyediakan bibit, karena selama ini keterbatasan bibit masih merupakan salah satu kendala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: