Pulau-pulau Kecil Rawan Kekeringan

Kompas 2009-08-21/E-paper HALAMAN 12

Bandung- Penduduk di pulau-pulau kecil di kawasan Indonesia bagian timur sangat rawan terkena bencana kekeringan.

Perlu suatu terobosan pengelolaan air hujan di kawasan ini yang mengintegrasikan inovasi penggunaan sarana prasarana air dengan sistem manajemen pengelolaannya.

Pendapat itu disampaikan suster Susilawati Cicilia Laurentia Pi di dalam ujian gelar doktornya pada bidang Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/8).

Sidang ini dihadiri Prof Robertus Wahyudi Triweko dan Iwan Kridasantausa sebagai promotor serta Joetata Hadihardja, Chay Asdak, dan William Putuhena sebagai penguji.

Menurutnya, di pulau-pulau kecil umumnya terjadi daur hidrologi yang sangat singkat. Dalam studi kasusnya di Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, air hujan yang jatuh secara alamiah langsung terbuang ke laut.

Sungai-sungai di pulau ini seketika kering tatkala hujan berhenti. Ancaman kekeringan akan semakin parah dengan terjadinya perubahan iklim.

Dalam disertasinya, ia menawarkan konsep pemanfaatan model pengelolaan air hujan untuk pertanian, yang di dalamnya mengintegrasikan sistem prasarana, operasional dan pemeliharaan, kelembagaan, serta pemberdayaan masyarakat dengan sistem informasi manajemen terpadu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: