Wakatobi Akan Jadi Sentra Rumput Laut

Kendari Pos 2009-08-19/Ekonomi & Bisnis Halaman 3

Awal tahun 2009 lalu, pihak kementrian ekonomi yakni Divisi Usaha Mikro Kcil dan Menengah (UMKM) melakukan penulusuran komoditi unggulan di Sultra.

Sejumlah kabupaten telah dikunjungi seperti Kolaka, Konawe, Konawe Selatan (Konsel), Baubau dan Wakatobi.

Namun, hasil survei Wakatobi merupaakn daerah yang dianggap layk untuk dijadikan lokasi pengemabangan rumput laut.

“Kondisi kelautan waaktobi cocok utnuk membudidayakan rumput laut. Apalgi masyarakat lokal juga sudah banyak yang bertani rumput laut”, ungkap Dr Totok Hari Wibowo dari BPTT Kementrian Ekonomi, akhir pekan lalu.

Hanya saja kendala yang dihadapi saaat ini, komoditas tersebut masih diperjual belikan antar pulau melalui Baubau. Sementara peningkatan daya saing yang dimaksud pemerintah melalui kementrian ekonomi adalah kualitas rumput laut yang harus diperbaiki serta produksi yang harus ditingkatkan.

Bahkan, nantinya setelah produksi meningkat, rumput laut harus bisa dijadikan produk olahan.

“Orientasinya rumput laut harus bisa dikelola di daerah, sehingga ada nilai tambah, dan menghidupkan perekonomian stempat”, ujarnya.

Nah, untuk mewujudkan semua itu, harus ada perlakukan seperti sentuhan teknologi dan pembinaan. BPPT sendiri upaya link beberapa lembaga yang akan meningkatkan daya saing komoditi.

Di Indoensia ada 16 pihak yang dijadikan mitra BPPT untuk meningkatkan daya saing itu.

Di Sultra ditunjuklah LP2M Unhalu sebagai lembaga penelitian untuk bisa berkontribusi terhadap program tersebut, guna melakuakn pendampingan di masyarakat.

Pemerintah juga menujuk sebuah perusahaan nasional yaitu PT Maestro Hart Indonesia, dipercayai sebagai buyer dari hasil rumput laut Wakatobi nantinya.

Pekan lalu tim yang etrdiri dari pihak kementiran ekonomi, investor dan akademisi melakukan pertemuan dengan buapti Wakatobi Ir Hugua utnuk merancang pengembangan rumput laut.

Niatan untuk mengembangakn rumput laut disambut positif oleh Bupati. Apaplagi adanya jaminan dari buyer jika panen tiba, mereka akan membeli hasil panen

Sehingga produksi rumput laut Wakatobi tidak perlu diantarkan ke pulau lagi.

Rencana ini akan diperpendek mata rantai perdagangan. Petani bisa menikmati harga rumput laut dengan harga sebenarnya.

“Kami menyambut program ini yang sangat membantu masyarakat kami dan akan meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian mereka,” ungkap Hugua.

Dr Onu La Ola, Ketua LP2M Unhalu, pihak yang ditunjuk sebagai lembaga intermediasi antar masyarakat dan investor, menyatakan jika prosesnya akan difasilitasi melalui sebuah koperasi.

Sementara itu Direktur Hart Indonesia, Fery Haryanto K, mengaku selain bersedia membeli rumput laut, juga bersedia mengelolahnya menjadi produk setengah jadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: