Keterbukaan Dorong Kerja Sama Maritim

Kompas 2009-08-19/Halaman  24 Nusantara

Manado- Panglima Angkatan Laut Amerika Serikat Gary Roughead mengatakan, keterbukaan Indonesia terhadap armada perang asing telah mendorong kerja sama maritim yang lebih baik, khususnya terkait dengan masalah keamanan dan kesejahteraan bersama di bidang kelautan.

Roughead mengungkapkan hal itu, menjawab pers di Manado, Sulawesi Utara, Selasa (18/8). Kehadiran lima armada laut Amerika Serikat, yakni kapal induk USS George Washington dan empat kapal perusak di Sulawesi Utara, katanya, merupakan keputusan politik Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Barack Obama.

”Apa yang kami lakukan atas sepengetahuan Presiden, termasuk ketika kami ke sini,” ujarnya.

Kemarin, Roughead didampingi belasan perwira tinggi Angkatan Laut Amerika Serikat mengikuti pertemuan tertutup dengan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Tedjo Edhy Purdijanto. Roughead merupakan satu dari 16 kepala staf angkatan laut asing yang hadir di Sail Bunaken.

Rencananya, hari ini dilangsungkan parade kapal perang RI dan asing (fleet review) di perairan Sulawesi Utara. Negara luar yang berpartisipasi dalam parade tersebut adalah Inggris, China, Pakistan, Perancis, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Korea Selatan.

Terkait dengan pelaksanaan kegiatan tersebut, kemarin dipastikan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono tidak bisa hadir. Ia akan diwakili Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Widodo AS.

Beri cakrawala

Pelaksanaan Sail Bunaken, menurut Roughead, memberi cakrawala baru bagi peningkatan kerja sama dan mencari solusi terbaik di masa depan.

Oleh karena itu, lanjutnya, gagasan Indonesia mengumpulkan sejumlah angkatan laut dari berbagai negara untuk melakukan pertemuan dan pembicaraan mengenai masa depan laut dunia sangat positif.

”Masalah laut sangat strategis dibicarakan bersama demi peningkatan keamanan dan kesejahteraan bersama negara-negara dunia,” ujar Roughead. Tetapi, lanjutnya, kerja sama angkatan perang dunia tentu akan selalu mengacu pada hukum internasional yang telah disepakati bersama, terutama terkait dengan batas-batas teritorial.

Ia menambahkan, pertemuan dan pembahasan serupa pernah dilakukan armada perang Amerika Serikat di Eropa dan Cile, beberapa tahun silam.

Kirab

Kemarin, Sail Bunaken diisi dengan kirab kota yang diikuti 2.500 awak kapal perang asing. Mereka berpawai menggunakan kostum armada perang di Jalan Pantai Boulevard, Manado, sepanjang 3,5 kilometer.

Di samping itu, ada pula agenda kunjungan ke kapal induk USS George Washington. Namun, kunjungan dibatasi pada rombongan pejabat, seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, sejumlah pejabat TNI AL, dan Muspida Sulawesi Selatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: