Pekerjaan Rumah Pascapenyelaman Massal

Kompas 2009-08-18/E paper Halaman Humaniora

Manado – Pantai Malalayang banyak dijumpai bebatuan masif berukuran besar dan kecil. Material itu berasal dari letusan gunung api pada masa purba di daratan Manado.

”Kawasan tersebut memang tergolong memiliki aktivitas vulkanik dan tektonik aktif di wilayah pesisirnya,” ujar Wahjoe S Hantoro, pakar paleoseismologi dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Di wilayah pesisir dekat Pantai Malalayang, tempat penyelenggaraan penyelaman massal selama dua hari hingga Minggu (17/8), menurut Roy Pangalila dari WWF Manado, yang turut dalam kegiatan itu, dasar laut di daerah tersebut didominasi oleh pasir. Oleh karena itu, relatif aman dilihat dari sisi lingkungan hidup perairan meskipun di dasar berpasir tersebut juga didiami beberapa biota laut, seperti alga, bintang laut, ular laut, krustasea atau kerang-kerangan.

Malalayang sesungguhnya merupakan zona penyangga Bunaken, yang berjarak sekitar 20 kilometer barat laut taman nasional itu. Oleh karena itu, pascapenyelaman, Roy khawatir para peserta ajang tersebut akan terdorong mengunjungi kawasan Bunaken.

Hal itu karena berdasarkan survei dan kajian daya dukung pada tahun 2004, telah ada beberapa titik penyelaman yang telah overload atau terlalu sering ”terganggu” oleh kehadiran manusia, antara lain di Likuan.

Menurut Roy, diperlukan ketegasan dalam pengelolaan Taman Nasional Bunaken. ”Para operator diving harus ditata sehingga pembatasan kegiatan penyelamatan dapat tercapai,” ujarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: