Kabut dan Asap di Pekanbaru

Kompas 2009-08-18/E paper Halaman Nusantara

Pekanbaru – Kabut bercampur asap pada hari Minggu (16/8) pagi menyebabkan jarak pandang di Pekanbaru, Riau, sempat di bawah 100 meter. Kabut tebal memaksa pihak Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menunda sejumlah penerbangan sampai cuaca membaik.

”Sejak bandara dibuka pukul 06.00, jarak pandang sangat pendek. Karena itu, kami tidak memperkenankan pesawat mendarat atau terbang. Ada beberapa maskapai penerbangan yang tertunda mendarat dan terbang.

Untung, cuaca cepat membaik. Sekitar pukul 08.00, kondisi bandara normal kembali,” kata Dedy Suryana, Kepala Cabang PT Angkasa Pura, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Minggu.

Dedy mengatakan, dua maskapai yang mengalami penundaan penerbangan adalah Lion Air dan Mandala. Kedua pesawat ini menurut jadwal akan terbang pukul 07.00, tetapi akibat kabut, penerbangan baru dapat dilakukan pukul 08.00.

Jadwal kedatangan pesawat dari Jakarta juga sempat terlambat sekitar setengah jam, yakni Lion Air dan Garuda Indonesia.

Hujan

Dedy mengatakan, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pekanbaru, jarak pandang yang pendek pada Minggu pagi merupakan perpaduan antara kabut dan asap.

Kabut terjadi karena dalam dua hari terakhir di beberapa kota di Riau, terutama Kota Pekanbaru, diguyur hujan yang cukup lebat. Namun, hujan belum cukup meredam asap dan mematikan titik api.

Kepala Staf Analisis BMKG Pekanbaru Johannes Drajat Bintoro, yang dihubungi secara terpisah, membenarkan, kondisi pada Minggu pagi lebih dominan kabut dibandingkan dengan asap.

Namun, Johannes tidak bersedia menjawab terkait jumlah titik api yang terpantau lewat satelit NOAA 18.

Menurut Johannes, pihaknya tidak berkompeten untuk menyebutkan jumlah titik api. Untuk data titik api, warta- wan diminta menghubungi Kantor Badan Lingkungan Hidup Riau.

Sebelumnya, Gubernur Riau Rusli Zainal berharap, hujan yang mengguyur sebagian wilayah Riau dalam beberapa hari terakhir diharapkan dapat menjadi titik balik dari derita yang dialami penduduk Riau akibat asap.

Dia meminta warga tidak lagi membakar lahan untuk membuka kebun. ”Saya berharap pada bulan Ramadhan nanti Riau sudah terbebas dari asap,” kata Rusli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: