Wallacea Belum Punya Kontribusi Terhdap Pemda Buton

Kendari Ekpres 2009-08-15/Halaman 9 Baubau Ekspres

Pasarwajo– Operation Walacea Trust sebuah lembaga yang selam ini sering mendatangkan mahasiswa luar negeri untuk melakukan penelitian di kawasan hutan Lambsango belum memiliki kontribusi terhadap pemerintah daerah kabupaten Buton.

Utamanya, menyangkut sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu diakui Bupati Buton, Ir H  LM Syafei Kahar saat menerima puluhan siswa luar asal Inggris, Kamis (13/8) malam, di Rujab Bupati Buton, di Baubau.

Namun disisi lain, Syafei mengakui, setiap kedatangan siswa luar negeri untuk melakukan penelitian di Hutan Lambusango sudah memberikan kontribusi yang baik kepada warga sekitar.

Utamnya warga Labundo-Bundo Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton, karena mayoritas rumah warga disewa untuk jangka waktu tertentu.

Selain itu, hasil pertanian warga sekitar biasanya dibeli oleh para siswa luar negeri.

Atas dasar itu, Syafei menyatakan, kedepannya pemerintah daerah akan merancang peraturan daerah soal penarikan retribusi atas kedatangan para siswa maupun touris yang ingin melakukan penelitian. Tentunya, menurut Syafei penerikan retribusi itu tidak membebankan para touris namun bisa menghasilkan PAD bagi daerah.

Sehingga dengan posisi yang sama-sama menguntungkan, baik pemerintah daerah maupun para wisatawan, tidak menurunkan minat wisatawan tetap melakukan wisata dan penelitian di kawasan hutan yang memiliki beragam keunikan itu.

“Jadi kita akan rancang perdanya ke depan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, lahan penyangga Hutan Lambusango saat ini mulai dijamah oleh warga sekiatar dengan membuka lahan baru untuk bertani. Luasnya diperkirakan sudah mencapai 20 hektar karena petani selalu bertani dengan cara berpindah-pindah.

Persoalan itu saat ini menjadi kendala yang harus diatasi sehingga Pemda saat ini masih mencari solusi agar warga yang menguntungkan hidupnya dengan bercocok tanam tidak membuka lahan baru disekitar lahan penyangga Hutan Lambusango.

“Kita masih mengupayakan untuk mencarikan pekerjaan alternatif agar warga tidak membuka lahan baru. Kita juga tidak bisa serta merta menyalahkan warga karena mereka menggantungkan hidupnya dari bertani. Itu yang masih kita pikirkan saat ini”, ungkapnya.

Selain itu, ia mengakui kalau pengawasan Hutan Lambusango saat ini belum maksimal karena keterbatasan anggran. Namun itu, akan menjadi perhatian Pemda. Rencanya Pemda Buton akan menggarkan untuk membiayai operasional para tenaga pengawas hutan Lambusango.

“Ini masih dipikirkan. Ke depan harus ada anggaran untuk pengawasan hutan Lambusnago. Saya memang semenjak menjabat sebagai Bupati, konsen terhadap pelestarian dan penagwasan hutan”, jelasnya.

Dalam pertemuan dengan puluhan siswa asal Inggris yang melakukan penelitian di hutan Lambusango, Ia berharap ada kerjasama yang baik Syafei meminta kepada para siswa untuk terus mempublikasikan Hutan Lambusango di negaranya.

Sementara, Pemda Kabupaten Buton menurut Syafei Kahar akan berusaha agar lokasi Hutan lambusnago mudah di jangkau para wisatawan.

“Harus ada kerjasama. Kita akan usahakan agar hutan Lambusango mudah dijangkau”, ungkapnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: