Distamben Konawe Tegur Penambang Pasir

Kendari Ekspres 2009-08-14/ Halaman 16 Sultra Raya

Unaaha – Tim terpadu dari Bapedalda dan Dinas Pertambangan Kab Konawe langsung turun ke lapangan meninjau lokasi penambangan pasir yang menggunakan alat berat escapator di Kelurahan Tuoy Kab Konawe, Rabu (12/8).

Dua pengusaha pasir kawakan Kab Konawe, H Supardi dan Abd Thalib berada di lokasi tambang saat pejabat eksekutif Kab Konawe hadir di lokasi penambangan sekitar pukul 10.00 WITA.

Namun sayang alat berat yang kerap beroperasi di lokasi tersebut sudah tidak tampak untuk melakukan aktifitas.

Melihat kondisi lokasi penambangan yang sudah menimbulkan dampak lingkungan yang begitu besar, Kadistamben Konawe, H Moh Ruslan Ballah SH langsung menegur pemilik usaha penambangan, H Supardi dan Abd Thalib. Meraka dilarang menggunakan alat berat escapator untuk mengeruk pasir di dalam sungai.

Apalagi pihak penambang melakukan penimbunan hingga ke tengah-tengah sungai yang mengakibatkan tingginya laju abrasi di sungai Konaweha di samping kiri kanan sungai.

Tak ayal, lahan perkebunan milik masyarakat terkikis arus sungai hingga mencapai 50 meter, tak terhitung lagi jumlah pohon kelapa, sagu dan kakao yang tumbang terbawa arus sungai.

Hasil audiens tim terpadu dan dua pengusaha tambang pasir di Sungai Konaweha, Rabu kemarin didapati para pengusaha ini tak memiliki izin resmi untuk penggunaan alat berat escapator di lokasi penambangan.

Kadis Pertambangan, H Moh Ruslan Balla SH yang dimintai keterangannya mengenai hasil kunjungannya di lapangan mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah solutif untuk menangani persoalan lingkungan di lokasipenambangan pasir tersebut.

“Kita sudah menginstruksikan agar penggunaan alat berat untuk eksploitasi pasir di sungai Konaweha segera dihentikan,”terangnya.

Begitu pula dengan penimbunan sungai, timbunan tersebut kata dia harus segera dipindahkan ke tepi sungai untuk meminimalisir abrasi sungai di sekitar lokasi penambangan.

Pemerintah pun hanya memberi waktu dua kali 24 jam atau dua hari kepada pengusaha tambang untuk segera mengangkut material pasir kasar yang menimbun sungai. Hal itu disanggupi dan diiyakan oleh dua pengusaha lokal asal Unaaha tersebut.

Kemudian menyikapi kerusakan lingkungan akibat penambangan pasir yang jelas-jelas mengarah kepada unsure pidana, H Ruslan Balla mengatakan, pihaknya masih memberi teguran dan pembinaan terhadap pengusaha tambang yang beroperasi di sungai konaweha.

“Teguran yang kami lakukan ini jangan disalah artikan, ini merupakan langkah pembinaan bukan untuk menghalang-halangi para pengusaha dalam melakukan aktifitasnya. Kita ingin agar pengusaha melakukan aktifitasnya sesuai dengan aturan mekanisme yang ada.

Kalau tidak ada upaya pembinaan, saya langsung telpon saja polisi supaya mereka diperiksa satu-satu,”terang Ruslan menyikapi keluhan pengusaha tambang yang merasa terusik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: