Demi Selam Massal, Tidur di Kapal Perang

Kompas 2009-08-14E-paper Halaman 22 Nusantara

Mau menyelam? Siapa takut,” ujar seorang wanita paruh baya asal Jakarta di sela-sela keasyikannya menjajal Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (13/8).

Sambil membenahi peralatan selam yang dibawa, wanita itu bercerita mengenai kesulitannya mendapatkan penginapan sejak tiba di Manado, Rabu lalu. ”Semua hotel sudah penuh. Aku terpaksa numpang tidur di kapal perang bersama teman-teman,” katanya.

Dua kapal perang milik TNI AL sejak Rabu lalu disiagakan di Teluk Manado dalam rangka pelaksanaan Sail Bunaken. Selain itu, disiagakan kapal penolong yang menjadi rumah sakit terapung.

Pantai Malalayang, Kamis kemarin, penuh sesak dengan peserta selam. Dua kilometer jalan yang menghubungkan Trans-Sulawesi ke Kabupaten Minahasa Selatan poros Gorontalo itu dipadati manusia. Di tempat itu pada hari Sabtu akan berlangsung selam massal untuk memecahkan rekor dunia.

Kegiatan selam massal merupakan salah satu ikon Sail Bunaken yang ditunggu banyak orang. Ribuan penyelam juga akan menyelam dalam rangka upacara HUT Kemerdekaan pada 17 Agustus. Terkait Sail Bunaken, kemarin juga ada lomba selam oleh Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) yang diikuti wakil dari 23 provinsi.

Ketua Harian Pengurus Besar POSSI Merari Nainggolan mengatakan, antusias penyelam luar biasa. ”Fantastis, baru kali ini ribuan penyelam berkumpul di satu tempat,” katanya. Menurut Nainggolan, saat ini sudah 2.390 peserta yang terdaftar untuk mengikuti selam massal.

Jumlah peserta itu melebihi capaian kegiatan serupa di Makassar pada tahun 2007, yang diikuti sekitar 300 penyelam. Rekor dunia selam massal dibuat di Maladewa tahun 2008 dengan 900 penyelam (bukan di Thailand, seperti ditulis di Kompas 13/8). Tahun sebelumnya, di Thailand diikuti 700 orang, sedangkan di Australia 600 orang.

Menurut Nainggolan, apabila rekor 2.000 penyelam massal dibuat di Manado, rencana pemecahan rekor selam massal di Kanada tahun ini bakal batal dilaksanakan karena panitia di sana hanya mengalokasikan 1.200 orang.

Syarat menyelam

Kegiatan pemecahan rekor dunia dianggap sah apabila seluruh peserta penyelam dapat bertahan di air selama 13 menit pada kedalaman 13-20 meter.

Selam bagi sebagian orang adalah aktivitas olahraga yang bernilai rekreasi. Selam bisa disebut olahraga mahal. Perlengkapan alat selam bisa mencapai Rp 15 juta, mulai dari masker, snorkel, pisau selam, dan baju selam berikut tabung udara untuk pernapasan dalam air. Di samping itu, penyelam membutuhkan alat pengapung yang dapat dikontrol (buoyancy control device) yang harganya mencapai Rp 5 juta-Rp 6 juta.

Terkait kegiatan selam massal, dalam beberapa bulan belakangan di Manado muncul kursus selam mendadak. Penyelam tingkat dasar sudah bisa ikut kegiatan selam massal hanya dengan lima kali menyelam. Di Manado terdapat lebih dari 30 diving centre.

Billy Yohanis, instruktur selam di Manado, mengatakan, pihaknya menerima ratusan orang yang belajar selam, mulai dari siswa SMA hingga pejabat pemerintah. ”Kalau belajar selam kolektif 10 orang, dikenai biaya Rp 2 juta,” katanya.

Menurut Billy, belajar selam tidak sulit dan tidak ada batasan umur. Syaratnya sederhana, memiliki keberanian, waspada, dan rendah hati.

Mau coba? Datanglah ke Manado.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: