Potensi Konflik Air Harus Diwaspadai

Media Sultra 2009-08-12/Daerah Halaman 6

Kendari– Konflik yang ditimbulkan akibat perebutan sumber air di Sultra mesti ditanggulangi agar tidak terjadi saling klaim yang pada akhirnya menimbulkan konflik utamanya petani pemakai air. Hal ini diungkapkan Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi-IV Sultra, Bistok Sigalingging dalam acara sosialisasi implementasi Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA), di hotel Qubra Selasa, (11/8).

“Kalau sekarang belum terasa, tapi 5 sampai 10 tahun bisa saja terjadi akibat  kepentingan masing-masing daerah”< jelasnya.

Seperti contoh, beberapa daerah di Jawa saling klaim bahwa antara warga kerap konflik akibat perebutan sumber air, padahal sebelumnya aman-aman saja.

Yang sering terjadi adalh daerah yang ada di hulu mngklaim kalau air merupakan miliknya, sementara daerah yang ada muara tidak mendapatkan air lagi.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk dewan air provinsi. Dewan air ini nantinya merumuskan kebijakan sekaligus menetapkan aturan pemakaian air.

Dewan air nanti juga dapat menentukan apakah investor yng masuk di satu daerah untuk kepentingannya atau tidak.

“Dengan dewan air, air Sultra lestari dan tidak menimbulkan konflik dikemudian hari”, ungkapnya.

Di Sultra memiliki dua daerah Aliran Sungai (DAS) yakni DAS Lasolo dan DAS Konaweeeha dengan sub DAS sungai Lalindu dan DAS Padalere.

Kedua DAS tersebut oleh Menteri Kehutanan, PU, dan Menteri Pertanian dikategorikan sebagai DAS kritis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: