Cegah Produksi Turun, Disiapkan Benih Khusus

Kompas 2009-8-12/E-Paper Halaman 17 Bisinis & Keuangan

Bogor – Mengantisipasi terjadinya fenomena iklim El Nino, pemerintah menyiapkan benih padi sebar khusus untuk lahan rawa, lahan kering, dan sawah beririgasi yang kekurangan air.

Dengan strategi pengaturan pola tanam dan benih yang spesifik lokasi, diharapkan penurunan produksi beras tahun 2010 bisa dicegah.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian Sutarto Alimoeso, Selasa (11/8) di Jakarta, menjelaskan, dengan menanam padi usia pendek dan lebih adaptif pada kekeringan, serta tetap mempertimbangkan produktivitas tetap tinggi, kualitas dan rasa yang sesuai keinginan, diharapkan ketersediaan beras 2010 tidak jadi masalah.

”Bila memaksakan menanam padi umur panjang risikonya gagal panen atau indeks pertanaman berkurang. Kalau strategi pola tanam tidak bisa mengatasi masalah, baru diganti dengan tanaman palawija,” kata Sutarto.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Gatot Irianto menjelaskan, saat ini pihaknya menyiapkan 13 ton benih padi varietas Inbrida Padi Irigasi (Inpari) 1, Inpari 2, Inpari 3, dan Inpari 4.

Status benih tersebut adalah foundation seed (FS) dan stock seed (SS). Petani belum diizinkan menanam benih FS dan SS sebelum dikembangkan dulu menjadi benih sebar (ES).

Gatot memperkirakan, 13 ton FS dan SS akan menghasilkan 900 ton benih sebar, yang siap didistribusikan ke petani pada Desember 2009 untuk ditanam pada musim kemarau.

Selain 900 ton benih sebar Inpari yang bisa ditanam untuk 36.000 hektar lahan kering, Balitbang juga mengembangkan benih padi verietas Inbrida Padi Rawa (Inpara) 2 dan Inpara 9 khusus lahan rawa-lebak. Benih itu akan disebar di Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Adapun Inpari untuk kebutuhan benih di NTB, sebagian NTT, Sumatera Selatan, Lampung, dan Sulawesi Selatan. Kerja sama untuk memproduksi benih itu dilakukan dengan PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani.

Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mengungkapkan, total luas lahan baku tanaman padi di Indonesia 7,748 juta hektar.

Dalam kondisi normal, luas areal tanam padi setahun 12,5 juta hektar, yakni sawah beririgasi teknis 799.000 hektar bisa ditanami tiga kali setahun, irigasi bendung 1,4 juta hektar ditanami 2-3 kali setahun, irigasi semiteknis 1,5 juta hektar ditanami 2 kali setahun, irigasi sederhana 1,5-2 kali setahun, lahan kering 2 juta hektar ditanami rata-rata 1,25 kali per tahun. Lahan pasang surut 615.000 hektar dan rawa lebak maksimal 333.000 hektar.

”El Nino akan mengacaukan tanam padi di lahan kering, dari 1,25 kali setahun menjadi 0,75 kali. Dengan benih Inpari dan Inpara, diharapkan produksi beras nasional bisa diselamatkan,” kata Winarno.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: