Sekitar 500 Hektar Sawah Puso

Kompas 2009-08-11/E-Paper Nusantara Hal  22

Pekanbaru,- Kekeringan di Provinsi Riau bukan hanya telah menyebabkan lahan terbakar dan bencana kabut asap. Dampak yang kini dirasakan langsung adalah kekeringan yang menyebabkan petani mengalami gagal panen.

”Sekitar 512 hektar lahan petani sawah kami telah mengalami puso dan tidak mungkin diselamatkan lagi. Setidaknya kami mengalami penurunan produksi 2.500 ton padi,” kata Mubrizal, Sekretaris Kepala Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Rokan Hulu yang dihubungi pada Senin (10/8).

Mubrizal mengatakan, sentra padi yang mengalami dampak kekeringan ekstrem adalah Kecamatan Rambah dan Rambah Samo.

Sementara itu, kekeringan di beberapa sentra lainnya dapat diselamatkan karena air irigasi masih bisa mengairi sawah.

”Padi yang puso ini berada di lahan petani tadah hujan. Mereka bertanam padi pada April dan memperkirakan akan panen pada Juni atau Juli. Namun, kekeringan yang sangat ekstrem membuat tanaman padi petani tidak dapat panen,” kata Mubrizal.

Ia mengakui, pihaknya sudah menurunkan tim untuk mengatasi kesulitan petani, juga berencana membantu dengan menyiapkan cadangan benih gratis bagi petani yang menjadi korban.

Secara terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Riau Basirman mengungkapkan, ancaman kekeringan juga terjadi di beberapa sentra padi wilayah Riau, seperti Indragiri Hilir dan Siak. Kekeringan terparah terjadi di Rokan Hulu.

Di Indragiri Hilir dan Siak, kekeringan masih mengancam. Bila dalam dua pekan ke depan hujan tidak juga mampu mengairi sawah, dapat dipastikan, kekeringan akan menyebabkan petani mengalami gagal panen seperti di Rokan Hulu.

Dua kecamatan

Di Indragiri Hilir, lahan padi yang mengalami kondisi kritis berada di Kecamatan Tempuling dan Gaung.

Dua kecamatan ini merupakan wilayah marginal yang belum memiliki sistem perairan yang baik atau hanya mengandalkan curah hujan.

Menurut Basirman, untuk sentra padi di Kabupaten Siak kekeringan belum mengganggu tanaman padi petani. Namun, kekeringan menyebabkan petani di sana mengundurkan jadwal tanam.

”Semestinya, petani di sentra beras dari Kecamatan Bunga Raya Siak sudah menanam padi pada akhir Juli atau awal Agustus ini. Namun, kekeringan yang panjang telah menyebabkan jadwal tanam menjadi mundur sampai datang awal musim hujan nanti,” kata Basirman.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pekanbaru, kekeringan terus mengancam wilayah Riau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: