Puluhan Hektar Hutan Terbakar

Kompas 2009-08-11/E-Paper Nusantara Hal  22

Banda Aceh, Kompas – Puluhan hektar lahan hutan di sekeliling Danau Laut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, terbakar. Kebakaran yang terjadi sepekan terakhir diduga akibat kelalaian manusia. Cuaca yang kering mendukung meluasnya kebakaran tersebut.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi NAD Hanifah Affan, Senin (10/8) di Banda Aceh, mengatakan, belum dipastikan luas lahan hutan yang terbakar. ”Namun, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai puluhan hektar,” katanya.

Lahan yang terbakar sebagian besar adalah hutan pinus dan ilalang. Kondisi lahan yang kering, minimnya peralatan pemadaman, dan sulitnya menjangkau area yang terbakar, menurut Hanifah, menghambat pemadaman. ”Kami belum memiliki alat pemadam kebakaran hutan yang memadai sehingga masih membutuhkan bantuan dari Sumatera Utara dan pemerintah pusat,” katanya.

Pengamatan Kompas sepanjang akhir pekan lalu di sepanjang perbatasan Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Bireuen, hutan yang terbakar cukup luas.

Hal yang sama terlihat di sekeliling Danau Laut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Hutan di perbukitan yang mengelilingi danau hangus. Ilalang di sekeliling Gua Layang Koro juga hangus.

Hanifah mengatakan, untuk mempercepat pemadaman, ia akan berkoordinasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi untuk membantu pemadaman.

Larangan membakar

Senin di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Gubernur Agustin Teras Narang menetapkan larangan pembakaran lahan pada musim kemarau melalui kebijakan stop kebakaran, stop asap, dan stop bencana kembali diberlakukan menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran lahan.

Kebijakan itu pertama kali diterapkan pada 2006 saat Kalteng mengalami bencana kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan. Pada 2007-2008 peraturan tersebut efektif mencegah maraknya kebakaran lahan dan kabut asap di Kalteng.

Namun, pada Desember 2008 keluar Peraturan Gubernur No 52/2008 tentang Pedoman Pembukaan Lahan dan Pekarangan bagi Masyarakat di Kalteng karena tuntutan masyarakat adat agar diizinkan melakukan pembakaran terkendali untuk sawah, ladang, dan atau kebun masyarakat.

Sejak saat itu pembukaan lahan dan pekarangan dengan pembakaran terbatas dan terkendali diperbolehkan dengan izin dari pejabat di tingkatan sesuai luasan yang akan dibakar.

Kini, dengan pencabutan Pergub No 52/2008, pembukaan lahan dengan cara dibakar tidak diizinkan lagi. ”Saya minta aparat penegak hukum di provinsi, kabupaten/kota, hingga tingkat terbawah menindak tegas siapa pun yang membakar lahan di Kalteng,” kata Teras.

Berdasarkan data Laboratorium Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Kota Palangkaraya, selama Agustus hanya dua hari kualitas udara masuk kategori sedang, satu hari kualitas udara sangat tidak sehat, dan tujuh hari masuk kategori tidak sehat.

Jalur pendakian ditutup

Untuk mengantisipasi kebakaran hutan, semua jalur pendakian di kawasan hutan gunung milik Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah ditutup selama menjelang perayaan kemerdekaan RI, 17 Agustus.

Hal itu disampaikan Kepala Perum Perhutani Unit I Jateng Heru Siswanto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin.

Menurut Heru, dari beberapa kasus kebakaran hutan gunung, sering kali kebakaran disebabkan oleh kelalaian para pendaki yang meninggalkan api unggun. Beberapa hutan gunung yang sering terbakar adalah Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Slamet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: