Nur Alam: Penambang Liar akan Ditertibkan

2009-08-10/Halaman Utama

Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara H Nur Alam SE mengungkapkan, untuk sementara waktu, baru penambang liar dan manual yang akan ditertibkan dari ladang emas Bombana.

Menurutnya, himbauan ini dilakukan hingga ada keputusan resmi unsur Muspida Provinsi Sulawesi Tenggara, yang kembali akan membicarakan soal penambangan emas di Bombana usai perayaan HUT RI ke-64, tanggal 17 Agustus 2009 mendatang.

“Kita baru akan membicarakan pengosongan total aktivitas tambang emas Bombana dengan seluruh unsur Muspida Sulawesi Tenggara usai perayaan 17 Agustus 2009 nanti. Namun untuk sementara, selaku Gubernur, saya sudah mengeluarkan instruksi kepada Pemerintah Kabuapaten Bombana, agar penambang liar dan manual, segera meninggalkan lokasi tambang,” ujar Nur Alam, Jumat (7/8) malam di Rumah Jabatan Gubernur Sultra.

Menurut Nur Alam, belum ada keputusan bersama unsur Muspida Provinsi, terkait pengosongan total aktivitas penambangan emas Bombana, termasuk pemilik Izin Kuasa Penambangan (KP).

Berita yang dilansir media ini edisi 1 Agustus lalu, terkait rapat tertutup unsur Muspida yang dipimpin Wakil Gubernur Sultra H M Saleh Lasata, dibantah Nur Alam. Ia mengatakan, rapat itu bukan unsur Muspida, tetapi rapat satuan tugas antara Wagub bersama dinas-dinas terkait.

“Rapat ini hanya mencari informasi dari Dinas-Dinas terkait aktivitas penambangan emas di Bombana. Hasil rapat kemudian dilaporkan kepada saya selaku Gubernur Sultra.

Nanti laporan ini, akan dibicarakan dengan Kapolda, Kepala Kajaksaan Tinggi, Kepala Pengadilan Tinggi Sultra, DPRD Sultra, Sekretaris Daerah, termasuk Wakil Bupati sebagai unsur Muspida. Jadi, saya luruskan, rapat yang dipimpin Wakil Gubernur beberapa waktu lalu itu, bukan unsur Muspida, tetapi satuan tugas yang dibentuk Pemprov Sultra dan diketuai oleh Wakil Gubernur Sultra sendiri,” jelasnya panjang lebar.

Nur Alam mengungkapkan, rapat unsur Muspida terkait intruksi pengosongan aktivitas tambang emas di Bombana, dilakukan pertengahan Juni 2009.

Hasil keputusan, areal tembang emas harus bersih dari aktivitas penambangan liar paling lambat 6 Juli 2009, dua hari sebelum Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. “Setelah ini, tidak ada rapat Muspida lagi,” katanya.

Terkait masalah penembakan dua warga penambang emas Bombana 17 Juli 2009 lalu yang juga disebut sebagai alasan pengosongan zona emas Bombana, juga dibantah Nur Alam.

Ia mengatakan, penembakan itu, tidak terkait dengan keputusan final pengosongan zona emas Bombana.

“Penembakan dua warga penambang emas, bukan alasan utama pengosongan areal tambang emas. Tetapi, pengosongan demi kepentingan bersama, untuk daerah dan masyarakat dimasa yang akan datang,” tambahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: