Surat Keputusan Akan Dikaji Bersama LIPI

Kompas 2009-08-07/Lingkungan & Kesehatan hal 13

Kupang,- Keputusan Menteri Kehutanan MS Kaban untuk memindahkan lima pasang komodo (Varanus komodoensis) dari kawasan Cagar Alam Wae Wuul, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, ke Taman Safari Bali akan dikaji ulang. Pengkajian ulang tersebut akan dilakukan Departemen Kehutanan bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Hal itu dikemukakan Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Kamis (6/8), yang dihubungi dari Ende, Flores.

”Saya bersama pimpinan DPRD NTT telah bertemu langsung dengan Bapak MS Kaban (Menteri Kehutanan) di kediamannya di Jakarta. Dan beliau bisa memahami aspirasi masyarakat NTT. Aspirasi itu akan dipertimbangkan dan beliau akan mengkaji keputusan itu lewat pembicaraan lebih lanjut dengan LIPI,” kata Frans Lebu Raya.

Sebelum menemui MS Kaban, Pemerintah Provinsi NTT telah mengirim surat kepada Menteri Kehutanan yang isinya antara lain menyatakan keberatan jika upaya pemurnian genetik komodo Flores dilakukan di Bali.

Pemprov NTT menghendaki pemurnian genetik dilakukan secara in situ atau di habitat aslinya. Pertimbangan lain dari aspek pariwisata, yaitu pemindahan komodo yang merupakan satwa purba endemis NTT ke Bali akan merugikan masyarakat NTT.

Rencana pemindahan tersebut dituangkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.384/Menhut-II/2009 tanggal 13 Mei 2009 tentang pemberian izin menangkap 10 ekor komodo yang dilindungi undang-undang di wilayah kerja Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT guna kepentingan pemurnian genetik.

Rencana itu mendapat penolakan keras dari berbagai kalangan, antara lain dari lembaga swadaya masyarakat, anggota DPR, DPRD, bupati di Flores, dan juga Pemprov NTT.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan Darori di Jakarta kepada pers menyatakan, ”LIPI merekomendasikan pemindahan 20 ekor komodo, tetapi Menteri Kehutanan MS Kaban hanya menyetujui 10 ekor (5 pasang). Ini dalam rangka konservasi eks situ. Sebelum masyarakat (bisa) paham, komodo tersebut tidak akan kami pindahkan,” ujarnya.

Bali tetap menolak

Di Denpasar, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan bahwa pihaknya menolak pemindahan komodo dari NTT ke Pulau Dewata. Ia pun sepakat dengan desakan agar Menteri Kehutanan membatalkan rencana itu. Menurut dia, alasan pemurnian genetika tidak dapat diterima karena Bali bukan habitat asli satwa purba tersebut.

”Lagi pula, kami tidak pernah diajak bicara perihal rencana itu. Kami justru tahunya dari media massa. Meski Menteri Kehutanan punya kewenangan, seyogianya kami perlu dimintai pertimbangan. Hal ini bukan perkara yang mudah,” kata Pastika.

Pernyataan Pastika ini menegaskan pernyataan Ketua DPRD Bali Ida Bagus Putu Wesnawa akhir pekan lalu. Ketika itu, antara lain, ia meminta kalangan masyarakat NTT jangan sampai beranggapan bahwa Bali yang meminta pemindahan itu.

Pastika mengakui, pemindahan komodo ke Bali sangat sensitif dilihat dari bidang pariwisata. Fokus pariwisata Bali dan NTT mungkin lain. Budaya adalah ikon pariwisata Bali, sementara komodo adalah ikon NTT.

Pemindahan komodo ke Bali, apabila juga dikomersialkan untuk pariwisata, akan merugikan NTT.

”Bali memang pulau pariwisata dunia. Namun, bukan berarti segalanya ada di sini.” kata Pastika.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: