Semua Sekolah di Siak Diliburkan

Kompas 2009-08-07/Nusantara hal 22

Pekanbaru – Setelah murid taman kanak-kanak dan murid kelas I hingga III sekolah dasar diliburkan, mulai Kamis (6/8) semua sekolah di Kabupaten Siak, Riau, diliburkan.

Kebijakan tersebut diambil Dinas Pendidikan Kabupaten Siak menyusul makin memburuknya cuaca akibat kabut asap yang melanda wilayah itu.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, jumlah murid sekolah mulai tingkat SD hingga SMA 84.779 orang: tingkat SD 56.315 siswa, SMP 16.758 siswa, dan SMA 11.706 siswa.

”Hari ini jarak pandang di Siak hanya 50 meter. Kami terpaksa melanjutkan kebijakan meliburkan siswa untuk seluruh tingkatan sekolah hingga Sabtu,” kata Arfan Usman, Kepala Dinas Pendidikan Siak.

Kamis pagi, murid tingkat SD, SMP, dan SMA di Siak masih berangkat ke sekolah. Setibanya di sekolah, guru memberi tahu mereka agar pulang ke rumah.

Menurut Arfan, jika gangguan asap berlanjut, kebijakan meliburkan siswa diperpanjang. ”Senin kami melakukan evaluasi. Jika asap tidak berkurang, libur siswa diperpanjang,” katanya.

Di Pekanbaru, kabut asap akibat pembakaran lahan kian pekat. Jarak pandang pada Kamis pagi sekitar 300 meter. Akibatnya, aktivitas Bandara Sultan Syarif Kasim II kembali terkendala.

Dua maskapai penerbangan, yakni Lion Air dan Mandala, yang dijadwalkan terbang pukul 07.00, menunda keberangkatan menjadi pukul 8.00.

”Pukul 06.00, cuaca sangat gelap karena asap tebal. Untungnya udara cepat membaik dan penerbangan dibuka kembali,” ujar Sudarno, Manager on Duty Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.

Di Provinsi Jambi, kebakaran lahan semakin meluas. Pembukaan lahan sawit dengan pembakaran lebih dari 20 hektar terjadi di Taman Hutan Raya Sultan Thaha, Kabupaten Muaro Jambi. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi Didy Wurjanto mengatakan, pembakaran dilakukan perambah.

Kebakaran lahan di Kalimantan Barat, Kamis, diduga menjadi penyebab tewasnya Salehono (70), warga Desa Rasau Jaya II, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kalimantan Tengah Moses Nicodemus di Palangkaraya, Kamis, menyatakan, ada 21 titik panas yang terpantau satelit di 13 perkebunan kelapa sawit. Sepuluh bupati diminta ke lapangan untuk memantau kebakaran itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: