Nelayan Keluhkan Pembangunan Bay Pass

Mereka Minta Tambatan Perahu

Kendari Ekspres 2009-08-06/Halaman Utama

Lasusua– Pembangunan Bay Pass yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Utara dengan melakukan penimbunan di tengah laut dikeluhkan oleh sejumlah Nelayan yang tinggal di pesisir pantai di Kecamatan Lasusua dan Kecamatan Katoi.

Para nelayan mengeluhkan tempat perahu ditambatkan atau tempat parkir perahu sangat jauh dari pinggir pantai, dan susah untuk membawa keluar perahu mereka saat turun ke laut.

Dan tidak sedikit nelayan mengangkat perahunya turun ke laut dengan menggotongnya.

Seperti yang diungkapkan salah seorang nelayan Warga Lasusua Anca, sejak dibangunnya bay Pass Lasusua-Tobaku, dirinya susah untuk turun melaut, karena perahu yang ditambatkan di pinggir pantai harus digotong sendiri ketika akan melaut.

“Setiap mau turut memancing, perahu harus diangkat sampai kelaut,” kata Anca

Pembangunan Bay Pass, kata Anca sebenarnya sangat bagus karena nantinya dapat memudahkan warga yang akan ke pelabuhan Tobaku tanpa melewati pendakian Lasitarda, namun di sisi lain pekerjaan nelayan terhambat karena tidak disediakan tambatan perahu.

“Untuk itu kami meminta kepada Pemerintah agar menyediakan tempat khusus tambatan perahu bagi nelayan,” ujar Anca.

Karena selama ini, bagi nelayan yang menambatkan perahunya di pinggir pantai mengalami kesusahan setiap akan melaut, karena tidak ada jalan yang disediakan tempat keluarnya perahu.

Sehingga tidak sedikit nelayan terpaksa membopong perahunya sampai kelaut. Dengan kondisi ini juga sejumlah nelayan malas melaut, bahkan harga ikan juga melonjat naik dikarenakan kurangnya nelayan  melaut.

Keluhan nelayan tersebut juga diungkapkan dihadapan sejumlah Pejabat Lingkup Pemda Kolut di Hotel Berlian, Selasa (4/8) lalu saat digelar Pembahasan AMDAL  untuk kawasan perkantoran Pemerintah Daerah Kolaka Utara dan pembangunan Jalan Bay Pass Lasusua-Tobaku oleh Badan Lingkungan Hidup Kebersihan, Pemadaman, Pemakaman dan Kebakaran Kabupaten Kolaka  Utara.

Keluhan itu ditanggapi Kepala Bidang Analisis Dampak Lingkungan Hidup, Drs. Ilham Tahier, SE. Dikatakannya, permintaan para nelayan untuk dibuatkan tambatan perahu akan diupayakan.

Namun prosedur pembuatan itu harus melalui SKPD yang menangani kelautan   kemudian diteruskan ke BAPPEDA untuk dibuatkan anggaran dan diajukan ke DPRD kemudian dibahas,”Yang pastinya permintaan nelayan untuk dibuatkan tambatan perahu akan dilksanakan,” jelasnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: