Musim Tanam Bakal Mundur

Kompas 2009-08-06/E-paper Halaman 18 Bisnis & Keuangan

Jakarta- Dampak dari datangnya fenomena iklim El Nino pada 2010 diperkirakan sekitar 1,2 juta hektar tanaman padi akan tertunda masa tanamnya selama 10 hari hingga satu bulan. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi pengaruh El Nino terhadap produksi beras nasional pada 2010.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian Sutarto Alimoeso, Rabu (5/8) di Solo, Jawa Tengah, dalam rangka koordinasi terkait evaluasi program peningkatan produksi beras tahun 2009, rencana produksi pada 2010-2014, dan pembahasan dampak El Nino terhadap produksi beras pada 2010.

Pertemuan ini diikuti kepala dinas tanaman pangan dari 33 provinsi dan 56 dinas tanaman pangan kabupaten/kota yang menjadi sentra produksi beras nasional. Hadir pula wakil dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika; Bappenas; Badan Pusat Statistik; serta para pemangku kepentingan perbenihan dan pupuk.

Sutarto menjelaskan, data simulasi memperkirakan akan ada penundaan musim tanam padi. Penundaan diperkirakan terjadi 10 hari hingga satu bulan.

Dari hasil simulasi juga diperkirakan akan ada 57 persen luas areal tanaman padi pada musim tanam rendeng tahun 2009 yang mengalami kemunduran musim tanam.

Wilayah yang masuk kategori itu umumnya di Indonesia timur, seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan sebagian kecil Jawa bagian utara. ”Wilayah sentra produksi beras utama sebagian besar tidak mengalami penundaan,” kata Sutarto.

Deptan menargetkan, produksi padi tahun 2010 mencapai 66 juta ton gabah kering giling (GKG). Pada 2009 sebanyak 62,5 juta ton GKG.

Tahun ini Deptan optimistis produksi beras akan mencapai target karena meski sejak Juli 2009 ada pengaruh El Nino, iklim relatif bagus dan masih turun hujan.

Upaya pemerintah

Guna mengantisipasi datangnya El Nino, kata Sutarto, pemerintah melakukan berbagai langkah antisipasi. Dia memastikan, pada 2010 penyediaan sarana produksi tidak akan ada masalah.

Selain itu, pemerintah mengoptimalkan perluasan penanaman padi di lahan lebak, diperkirakan pada 2010 luasnya mencapai 300.000 hektar. Tahun ini penanaman padi di lahan lebak mencapai 200.000 hektar.

Adapun di wilayah yang tidak mengalami penundaan musim tanam, pemerintah mencari cara untuk melakukan percepatan tanam sehingga bisa meningkatkan indeks pertanaman.

Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Siswono Yudo Husodo, guna menjaga agar pada 2010 ketersediaan beras memadai, pemerintah harus mengelola surplus produksi tahun 2009 secara baik.

Untuk itu, tahun ini Perum Bulog harus membeli gabah atau beras sebanyak mungkin untuk cadangan beras nasional.

Siswono menghargai upaya Bulog yang meningkatkan volume pengadaan beras dalam negeri karena sebelumnya selalu impor.

”Yang perlu diwaspadai memang mundurnya musim hujan tahun ini. Itu akan berdampak pada produksi beras secara keseluruhan. Produksi beras musim hujan 60 persen dari total produksi,” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: