Tanggul Ambles Makin Meluas

Kompas 2009-08-05/E-paper Halaman 23 Nusantara

Sidoarjo- Tanggul kolam lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, yang ambles makin meluas. Senin (3/8) malam, tanggul di titik 77-78 ambles sedalam 4 meter dan sepanjang 150 meter. Akhir Juni, tanggul di titik 79-80 ambles sedalam 4 meter sepanjang 180 meter.

Bila tinggi tanggul semula 11 meter, kini tingginya tinggal 7 meter. Selisih tinggi permukaan air lumpur dengan tanggul yang ambles sekitar 50 sentimeter. Bila kondisi itu terus berlangsung, areal persawahan dan permukiman di Desa Glagaharum dan Gempolsari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, terancam luberan lumpur.

”Penyebab amblesnya tanggul adalah penurunan permukaan tanah di sekitar pusat semburan lumpur. Amblesnya tanggul sulit diprediksi apakah bersifat lokal atau ada rekahan panjang di bawah tanggul,” kata Kepala Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Zulkarnain, Selasa di Sidoarjo.

Menurut Zulkarnain, tanggul di sebelahnya, yaitu titik 79-80, yang ambles pada akhir Juni belum selesai diperbaiki. Kini, beban kerja perbaikan tanggul makin bertambah seiring meluasnya tanggul yang ambles itu.

Rencananya, bila perbaikan tanggul selesai, BPLS akan memantau kondisi di bawah permukaan tanah dengan alat ground penetrating radar (GPR).

”Bila dapat diketahui kondisi di bawah permukaan tanah, proses perbaikan tanggul maupun pembuatan tanggul baru akan makin mudah. Diperlukan waktu sekitar sebulan untuk memperbaiki tanggul yang ambles tersebut,” kata Zulkarnain.

Saat tanggul ambles pada akhir Juni, warga Kedungbendo, Kecamatan Porong, mencegah peninggian tanggul yang dilakukan BPLS. Penyebabnya, tanah tempat tanggul berdiri ganti ruginya belum dilunasi oleh PT Minarak Lapindo Jaya. Warga menginginkan ganti rugi sebesar 80 persen dibayar cash. Namun, akhirnya warga mengizinkan peninggian tanggul karena rumah dan sawah mereka terancam lumpur.

Memburuk

Kepala Divisi Gas pada BPLS Dodie Irmawan menambahkan, kondisi wilayah di sisi barat kolam penampungan lumpur semakin memburuk. Sejak Senin, muncul tiga semburan gas bercampur lumpur di Desa Pamotan dan Siring, Kecamatan Porong.

”Hasil pemantauan dengan GPR, kondisi di Siring semakin memburuk karena banyak terdapat rongga di bawah permukaan tanah. Pekan depan, kami akan memantau kondisi tanah di Desa Jatirejo, Kecamatan Porong, yang juga banyak terdapat semburan gas,” kata Dodie.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: