• translate

  • August 2009
    M T W T F S S
    « Jul   Sep »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Blog Stats

    • 32,269 hits
  • Recent Comments

    zepth on Peta Jalan Kota Kendari
    andhika vega on Merebut peran untuk masa depan…
    mang adi on Terumbu Karang dan Global…
    Ilham Q. Moehiddin on Lembar Informasi 2008-06 Menga…
    Gusti on Kekeringan Picu Ledakan H…
  • Polling

  • Info Wisata

    wisata-lokal
  • Alexa Certified Site Stats for m3sultra.wordpress.com
  • IP
  • Advertisements

Lumbung Keluarga di Lombok Nyaris Punah

Kompas 2009-08-05/E-paper Halaman 22  Nusantara

Mataram – Institusi lokal, seperti lumbung keluarga di Lombok, Nusa Tenggara Barat, nyaris punah dalam kehidupan masyarakat pedesaan. Padahal, lumbung keluarga adalah kearifan lokal sebagai langkah antisipasi mengatasi rawan pangan.

”Masyarakat kini telah jauh meninggalkan pengetahuan dan kearifan budaya lokal, yang pada masa lampau mampu mengatasi kesulitan penduduk pada musim kemarau,” ujar Lalu Wiresapta Karyadi, dosen Fakultas Pertanian Universitas Mataram, dalam pidato ilmiah saat dikukuhkan sebagai guru besar, Selasa (4/8) di Mataram.

Menurut Karyadi, lumbung keluarga yang juga disebut pantek maupun sambik masih ada Dusun Semundak, Desa Sengkol, Lombok Tengah, dan Dusun Denggen, Desa Denggen, Lombok Timur. Setiap musim panen, petani menyisihkan hasil panen padi secukupnya untuk disimpan di lumbung. Padi diambil saat terjadi kesulitan bahan pangan.

Sebelum dimasukkan ke pantek, padi juga disisihkan untuk suwinih atau upah untuk pekasih (petugas yang mengatur distribusi air irigasi).

”Sistem ini bisa diartikan sebagai kepedulian sosial bagi pemilik sumber daya terhadap mereka yang tidak memiliki sumber daya,” katanya.

Dengan adanya lumbung, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan tanpa terpengaruh fluktuasi harga pasar.

Namun, fungsi lumbung kian menghilang. Hal ini disebabkan ada perubahan sosial, seperti teknologi produksi, pengolahan hasil, dan distribusi hasil pertanian.

Karena memiliki peran nyata menanggulangi rawan pangan, di tengah longgarnya ikatan sosial saat ini, lumbung perlu direvitalisasi. Lumbung lalu dijadikan instrumen pemberdayaan kehidupan sosial masyarakat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: