Pertanian Organik Tahan terhadap Kemarau Panjang

Kompas 2009-08-04/E-paper Halaman 22 Nusantara

Banyumas – Petani organik di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tidak khawatir menghadapi ancaman El Nino berupa kemarau panjang.

Pertanian organik di daerah itu mampu bertahan dalam kondisi cuaca apa pun karena bahan organik yang digunakan sebagai sarana produksi pertanian dapat menyimpan air lebih banyak. Air tidak mudah terserap tanah.

”Pasokan air bukanlah hal utama dalam pertanian organik karena pupuk organik dapat menjaga kelembaban dan ketersediaan air di dalam area pertanian organik,” kata Ketua Himpunan Petani Organik Banyumas (Hipormas) Sugeng Abdurahman di Banyumas, Senin (3/8).

Lahan pertanian yang baru beralih dari sistem pertanian berbasis pupuk kimia menjadi pertanian organik, menurut anggota Hipormas, Subekti, akan mengalami penurunan produksi gabah sampai 20 persen.

Namun, hal itu hanya berlangsung selama tanah melalui penyehatan kembali menjadi lahan yang subur. Proses itu bisa menghabiskan waktu hingga 1,5 tahun.

”Setelah itu lahan sawah bisa kembali memproduksi gabah secara optimal sama dengan sawah yang menerapkan sistem pertanian kimia. Bahkan, setelah masa itu, lanjutnya, produksi gabah di sawah organik meningkat terus sampai 30 persen,” ujarnya.

Meski sebagian petani telah mempraktikkan pertanian organik, Dinas Pertanian Banyumas belum memutuskan akan menerapkan pertanian organik atau tidak menghadapi El Nino. Kepala Dinas Pertanian Banyumas Wisnu Hermawanto mengatakan, pihaknya masih melihat perkembangan kondisi cuaca.

Menurut Wisnu, pertanian organik juga masih sulit diterima petani karena tidak dapat memberikan hasil yang besar dalam waktu singkat.

Di Bandung, Jawa Barat, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Thomas Djamaludin, Senin, mengatakan, penurunan curah hujan akan semakin terasa pada Agustus di Jawa dan Sumatera.

Petani harus mewaspadai gejala meluasnya kekeringan. Di perkotaan, masyarakat harus mewaspadai kebakaran.

”Aktivitas El Nino juga akan mulai terasa lebih kuat. Ini akan terlihat dari lebih hangatnya suhu permukaan air di Laut Pasifik Timur sekitar 2 derajat celsius ketimbang di Laut Pasifik Barat,” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: