Penghentian Bisa Direkomendasikan

Kompas 2009-08-04/E-paper Halaman 13 Lingkungan & Kesehatan

Jakarta – Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sonny Keraf menyatakan, Kementerian Negara Lingkungan Hidup berhak memberi rekomendasi penghentian usaha tambang di Desa Batugosok, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Menurut dia, tambang Batugosok jelas akan mengganggu kelangsungan hidup masyarakat lokal dan lingkungannya.

”Tambang Batugosok tidak akan terealisasi karena amdalnya nanti akan gugur dengan sendirinya jika peruntukan tata ruangnya seperti sekarang, bukan untuk pertambangan, melainkan pariwisata,” kata Sonny, Senin (3/8) di Jakarta.

Kementerian Negara Lingkungan Hidup hingga saat ini masih mempersiapkan penyampaian surat penghentian aktivitas tambang tersebut.

Penyampaian surat itu sesuai dengan fungsi pemantauan oleh pemerintah pusat, meski pada era otonomi daerah kewenangan penghentian aktivitas tambang ada pada pemerintah daerah, pemberi izin.

”Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, selain bupati, gubernur juga memiliki kewenangan menghentikan berbagai aktivitas yang mengancam kelangsungan hidup masyarakat setempat dan lingkungannya,” kata Deputi I Kementerian Negara Lingkungan Hidup Bidang Tata Lingkungan Hermien Rosita kemarin.

Menurut dia, surat penghentian masih menunggu rekomendasi Direktorat Jenderal Mineral, Batu Bara, dan Panas Bumi pada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral serta Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum terkait peruntukan wilayah.

Tanggapan ESDM

Departemen ESDM di Jakarta, Jumat (31/7), secara resmi mengirim surat ke Kompas, menanggapi berita berjudul ”Batugosok Bukan Kawasan Pertambangan” (Kompas, 28/7).

Melalui surat yang ditandatangani Kepala Biro Hukum dan Humas Sutisna Prawira disebutkan, Batugosok adalah kawasan budidaya, yang salah satu peruntukannya adalah kawasan pertambangan, merujuk pada Pasal 19 Perda Manggarai Barat Nomor 30 Tahun 2005 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

Hal kedua yang disampaikan adalah pertambangan bukan hanya kepentingan pemerintah pusat, melainkan juga pemerintah provinsi sampai kabupaten melalui dana alokasi umum dan dana alokasi khusus. Juga ditegaskan, parit uji tak untuk pembuangan limbah, tetapi akan ditutup setelah eksplorasi selesai.

Atas tanggapan itu, berbagai pihak di Labuan Bajo melukiskan sebagai sangat menyesatkan.

ereka meragukan Departemen ESDM benar-benar membaca perda itu, terutama pasal 19 yang dikutip. Demikian antara lain diungkapkan anggota DPRD Manggarai Barat, Fransiskus Sukmaniara.

Adapun ahli hukum Bernadus Baratdaya menegaskan, ”Pasal 19 tidak mengatur Batugosok, tetapi mengatur kawasan budidaya apa saja di Manggarai Barat.”

Selengkapnya Pasal 19 perda itu berbunyi, ”Kawasan budidaya di Kabupaten Manggarai Barat terdiri dari: a. Kawasan hutan produksi; b. Kawasan pertanian; c. Kawasan pertambangan; d. Kawasan pariwisata; e. Kawasan pemukiman.”

Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat Matheus Hamsi, yang dihubungi dari Ende, Flores, membantah. ”Batugosok jelas diperuntukkan sebagai kawasan pariwisata.”

Tentang kawasan pariwisata diatur Pasal 23 perda yang sama. Seperti dirinci dalam Huruf (a) pasal itu, yang berbunyi: ”Obyek wisata komersil (Manggarai Barat) meliputi di antaranya Pulau Komodo, Rinca, Padar, Pantai Pede, Puncak Waringin, Batugosok, Pulau Pungu, Pulau Kanawa, Pulau Seraya Kecil, Gorontalo, Pantai Wae Cicu, Gua Batu Cermin, Pulau Kalong.”

”Kalau dikatakan Batugosok adalah kawasan pertambangan, perda-nya harus diubah dulu. Kalau Batugosok masuk dalam kawasan pertambangan, kami tetap menolak sebab pertambangan hanya akan merusak lingkungan dan pertambangan cuma menguntungkan pengusaha ataupun elite pejabat,” lanjut Bernadus.

”Klarifikasi Departemen ESDM mengutip Pasal 19 perda itu menyimpang jauh dari bunyi selengkapnya. Kutipan tak tepat bisa memancing dugaan ada konspirasi antara pihak Departemen ESDM dan Pemkab Manggarai Barat,” ujar Bernadus, lulusan S-2 Hukum Sekolah Tinggi Hukum Jakarta (2002) itu.

Pertambangan di Manggarai Barat diatur Pasal 22 (b), yang selengkapnya menyebutkan, ”Kawasan potensi pertambangan emas di Kecamatan Macang Pacar, Kuwus dan Komodo.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: