Graha Asri Makin Semrawut, Terminal Puuwatu Masih Rapi

Kendari Pos 2009-08-04/Halaman 13 Metro Kendari

Diantara puluhan kawasan perumahan yang ada di Kota Kendari, salah satu yang paling familiar adalah kompleks perumahan Puuwatu. Nama pemukiman itu sempat dibincangkan banyak warga kota karena menjadi salah satu lokasi titik pantau Adipura. Kala itu, perumahan tersebut di Polres sedemikian cantiknya.

Saat itu masa-masa penjalaian suasannya patut diacungi jempol. Tak selembar sampah punditemukan di badan jalan. Rumput-rumput pun terpangkas dengan rapi, drainase bersih, dan indah. Kondisi itu cukup memberi kontribusi pada penilaian adipura muali tahap pertama hingga masuk taahp verifikasi yang tentu saja membuat Kota Kendari merengkuh predikat kebersihan itu.

Sayangnya, kebersihan, dan keindahan itu hanya mampu ditunjukkan saat kompetesi penialain Adipura.

Kini, suasana itu tak lagi ditemukan di graha Asri. Malah, kondisinya cukup memprihatinkan mulai dari pintu gerbang perumahan itu sampai pada ujung bagian dalam. Sampah sudah berserakan dimana-mana.

Bahkan, lebih memprihatinkan lagi, lingkungan Graha Asri seperti tidak terurus. Rumput semakin tinggi, drainase semakin bersedimen, dan sampah bertaburan dimana-mana. Padahal, rumput daalm penialaian Adipura sama nilainya dengan sampah yang berserakan.

Ironinya, kesadaran masyarakat akan kebersihan semakin pudar. Disekitar tempat sedikit sampah dibuang bukan pada tempatnya. Sampah itu berserakan dimana-mana. Illang yang tumbuh cukup identik dengan pematang yang ditumbuhi rumput di sekitarnya.

Lalu, dimana adipura untuk Kompleks Perumahan Graha Asri? Ternyata kekompakan warga sudah tidak ada lagi. Pengakuan salah seorang warga komples perumahan graha asri, dalam sebulan terkahir, tidak ada lagi kerja bakti di lingkungan tersebut. Bahkan, pemeliharaan jalan, taman, dan drainase terlupakan.

Namun Lurah Watulundo Armansyah BA menyangkal tudingan tidak ada kerja bakti di Graha Asri. Ia malah mengeluhkan adanya kesadaran masyarakat dapat meberi kontribusi untuk kebersihan.

Kondisi itulah yang memaksa Lurah Watulundo mengeluarkan kebijakan agar warga membayar Rp 15 ribu per bulan setiap kepala kekuarga. Dana itu untuk membiayai petugas kebersihan untuk mengangkut sampah rumah tangga secara rutin, memangkas rumput dan membersihkan jalan,

Cukup berbeda dengan penampilan terminal Puuwatu juga masuk titik pantau. Terminal Puuwatu sebelum Adipura diraih kota Kendari, sering dikeluhkan kondisinya yang cukup ambrudul.

Namun, keasrian, kebersihan, dan keindahan memang bisa menunjukkan kebersihan Kendari layak meraih adipura.

Jika anda jalan-jalan ke Terminal Puuwatu tidak ada lagi sampah yang berserakan. Badan jalan, terlihat bersih tanpa ada debu, drainase tidak bersedimen, penjual tertata rapi, gula dipangkas habis, dan penghijuan cukup banyak.

Seperti halnya taman wisata kuliner yang keindahannya semakin memukau. Penaataan taman yang cukup indah. Sampahnya pun menjadi perhatian warga sekitar. Kondisinya cukup menyejukkan.

Sekertaris Tim Suksesi Adipura Kota Kendari, Tin Farida cukup menyayangkan kondisi yang terjadi di kompleks Graha Asri. Pasalnya, yang bertanggung jawab penuh dalam melanjutkan pemeliharaan kebersihan di lingkungan masing-masing adalah Kepala Kelurahan, SKPD sudah dianggap cukup banyak memberikan kontribusi dalam memberi contoh penangangan masalah kebersihan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: