Asap Pekat Selimuti Pontianak

Kompas 2009-08-04/E-paper Halaman 22 Nusantara

Pontianak – Kabut asap pekat kembali menyelimuti Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Minggu malam hingga Senin (3/8) pagi. Memburuknya udara itu membahayakan kesehatan dan sempat menghentikan aktivitas penerbangan di Bandara Supadio selama satu jam.

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang terpantau Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kalbar, Senin (3/8), menunjukkan, kualitas udara sangat berbahaya mulai hari Minggu pukul 19.00 hingga Senin pukul 06.30. Bahkan, pada Senin pukul 01.30, ISPU mencapai angka 2.750, jauh di atas ambang batas minimal untuk kategori udara berbahaya yang hanya 300.

Dalam tiga hari terakhir, setidaknya warga Kota Pontianak menghirup udara berbahaya selama tujuh jam dalam sehari.

Gangguan cukup vital dari kabut asap terjadi di Bandara Supadio Pontianak. Syarif Usmulyani, Kepala Dinas Pelayanan Lalu Lintas Udara PT Angkasa Pura II Bandara Supadio, mengatakan, pihaknya terpaksa menutup sementara aktivitas penerbangan pada Selasa pukul 06.30-07.30 akibat kabut asap sehingga terjadi penundaan pemberangkatan empat maskapai penerbangan.

”Bandara ditutup demi keselamatan penumpang pesawat karena jarak pandang di landasan pacu sekitar 600 meter. Jarak pandang yang aman minimal 800 meter, ” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah segera menindak tegas pelaku pembakar lahan dan memberikan solusi tepat pengolahan lahan di sekitar bandara.

Sekretaris Manggala Agni Kalbar, Usman, mengatakan, pantauan satelit menunjukkan, titik panas di Kalbar, Sabtu, mencapai 186 titik dan Minggu 196 titik. Selama Juli terdapat 1.677 titik panas di Kalbar. ”Sejauh ini belum ada kebakaran di kawasan hutan,” kata Usman.

Lahan sawit

Komandan Brigade Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat Kalbar Dedy, yang berpatroli di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, melaporkan kebakaran lahan seluas 300 hektar milik perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Fajar Saudara Lestari. ”Kebakaran sudah berlangsung 11 hari,” k a t a ny a .

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kubu Raya juga tengah memadamkan kebakaran lahan seluas 106 hektar milik perkebunan kelapa sawit PT Sintang Raya di Kecamatan Kubu.

Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya, yang juga Ketua Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Kalbar, menyatakan, kabut asap tidak hanya dari pembakaran lahan di Kalbar, tetapi juga akumulasi dari pembakaran lahan di daerah lain.

Di Kalimantan Tengah, kebakaran lahan gambut kembali terjadi di Palangkaraya, Senin. Sedikitnya tiga hektar lahan gambut ludes dilalap api. Camat Pa h a n dut Edi mengatakan, keringnya parit di sekitar Seth Adjie menyulitkan pemadaman.

Kantor berita Antara melaporkan, warga di Kota Pekanbaru, Riau, mengeluhkan kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan yang mulai pekat sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

”Kabut asap mulai bertambah parah dan mengganggu pengguna jalan,” kata seorang warga, Zamzami, di Pekanbaru, Senin.

Asap terlihat pekat menyelimuti Pekanbaru sejak pukul 06.00 WIB dan bertahan hingga siang. Kondisi itu mengakibatkan jarak pandang menurun drastis sampai sekitar 500 meter, mengakibatkan pengguna kendaraan bermotor harus menyalakan lampu. Warga juga mulai mengenakan masker karena udara menyesakkan pernapasan.

Di Palembang, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Sisno Adiwinoto, Senin, mengatakan, polisi akan memperkarakan pelaku pembakaran lahan.

Sekretaris UPTD Pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan Dinas Kehutanan Sumsel, Ahmad Taufik, menuturkan, jumlah titik api sejak akhir Juli semakin meningkat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: