Petani Rorotan Tunggu BKT Selesai

Kompas 2009-07-31/E-Paper Halaman 26 Metropolitan

Jakarta,  – Ratusan petani di kawasan Rorotan, Cilincing, Jakarta Timur, menunggu pembangunan Banjir Kanal Timur selesai tahun ini. Jika BKT selesai, fenomena cuaca, seperti badai El Nino, tidak akan mengancam lahan pertanian mereka.

Abdul Kadir, Ketua Kelompok Tani Makmur Jaya, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, mengakui, pada bulan Agustus ini mereka akan memasuki masa panen. Namun, setelah itu mereka akan menghadapi musim tanam yang membutuhkan banyak air.

”Jika El Nino tidak segera berlalu, kami akan menghadapi musim kemarau panjang,” tutur Abdul Kadir.

Petani Rorotan mengandalkan pasokan air dengan tadah hujan dan Kali Malang dari Ujung Menteng, Cakung. ”Mudah-mudahan proyek BKT segera selesai agar pasokan air tetap ada sepanjang tahun,” kata Abdul Kadir.

Selama ini, petani di Rorotan hanya bisa panen dua kali setahun karena, jika musim kemarau, mereka tidak bisa berproduksi. Apabila musim kemarau, air yang mengalir berwarna hitam keruh.

”Di sini, kalau musim hujan, kebanjiran air. Akan tetapi, kalau musim kemarau, benar-benar kekurangan air.”

Menurut Abdul Kadir, kualitas air yang buruk ini tidak memengaruhi kualitas tanaman. Namun, beras hasil panen jika dimasak hanya tahan satu hari. Sementara kalau memakai air yang bening bersih bisa tahan dua hari.

Para petani juga berharap rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun waduk di kawasan Rorotan segera diwujudkan. Keberadaan waduk ini sangat membantu untuk menyalurkan air ke kawasan itu.

Kawasan Rorotan memiliki sekitar 300 hektar lahan persawahan. Produksi gabah di pertanian ini tidak kalah dengan petani-petani di lahan subur di daerah lain. Produksi gabah kering panen yang berhasil mereka capai adalah sembilan ton per satu hektar. Bahkan, pada tahun 2007 pernah mencapai 9,8 ton per satu hektar.

Ardi, Lurah Rorotan, menjelaskan, ia berjanji akan menyampaikan keinginan warganya kepada instansi terkait menyangkut masalah penyediaan air ke saluran irigasi tanah persawahan petani.

BKT dijadwalkan akan selesai dibangun dan diresmikan pada akhir tahun 2009. Namun, hingga kini, masalah pembebasan tanah baik di Jakarta Timur maupun di Jakarta Utara belum juga selesai. Di Jakarta Utara, ada 22 persil tanah yang pembayarannya diserahkan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Akan tetapi, pembayaran ini tidak bisa dilaksanakan karena Pengadilan Negeri Jakarta Utara sedang diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. (

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: