Pemkab Masih Kesulitan Bantu PLN Bombana

Harga Mesin Dinilai Terlalu Mahal

Kendari Ekspres 2009-08-30/Halaman 16 Sultra Raya

Rumbia– Kondisi listrik Bombana yang saat ini terbilang sudah sangat memprihatinkan dan kronis nampaknya akan berlangsung lama. Pasalnya selain PLN kekurangan mesin juga mesin yang ada sekarang ini, kerap mengalami kerusakan.

Bukan hanya itu, Pemkab Bombana yang diharpkan dapat membantu mengatasi untuk pembelian dan pengadaan mesin baru ternyata belum memberikan kepastian yang jelas dengan kata lain Pemkab seakan ragu dan sulit untuk membantu mengatasi persoalan listrik dengan mengalokasikan anggaran pada tahun 2010 mendatang untuk pembelian dan pengadaan mesin baru ternyata belum memberikan kepastian yang jelas dengan kata lain Pemkab seakan masih ragu dan sulit untuk membantu pihak PLN Bombana dalam mengalokasikan dana untuk pengadaan mesin baru.

Alasan Pemkab Bombana cukup simpel yakni harga untuk pembelian mesin baru diniali terlampau mahal yang mencapai milyaran rupiah. Hal ini dikatakan Bupati Bombana, Dr H Atikurrahman MS. Sehingga pada 2010 diprediksi tidak bakalan ada lokasi anggaran untuk pembelian mesin dalam membantu PLN Bombana guna mengatasi pemadaman bergilir yang sudah berlangsung lama.

“Harga mesin terlalu mahal, jadi untuk memberikan bantuan mesin pada PLN di tahun 2010 sepertinya masih sulit karena dana yang dibutuhkan terlampau besar”, ungkapnya.

Ia seakan pesimis bila kondisi listrik Bombana pada tahun 2010 akan membaik. Kendati demikian, listrik Bombana sekarang ini sangat memprihatinkan karena kemampuan  power yang memang sudah tidak sebanding dengan jumlah pelanggan tapi untuk pembelian mesin baru atas lokasi bantuan dana Pemkab Bombana masih terbilang sulit direalisasikan pada tahun depan. Dikatakan, yang dilakukan pemerintah adalah pemasangan lampu jalan khususnya di wilayah ibukota dengan menggunakan tenaga matahari.

Dengan menipisnya harapan akan adanya bantuan mesin dari pemerintah setempat, tentu diperkirakan kondisi listrik yang saat ini masih bergilir dan dalam sehari semalam hanya menyala sekitar 12 jam plus tidak dapat dinikmatis etiap hari akan semakin berkepanjangan.

Bahkan, tahun 2010 masyarakat Bombana yang menjadi pelanggan PLN kemungkinan besar akan tetap meraskan kondisi listrik seperti sekarang.

Karena salah satu solusi alternatif yang diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan listrik adalah bantuan mesin dari pemerintah tempat namun ternyata Bupati tidak berani menjanjikan ataupun memberikan jaminan kalau bantuan itu akan terealisasi dikarenakan dana yang dibutuhkan dianggap cukup besar.

Padahal manager PLN Bombana, Sahri Leleng yang ditemui diruang kerjanya mengaku bila pemerintah setempat dalam hal ini Bupati Bombana sudah menyanggupi akan mengalokasikan bantuan dana untuk pembelian mesin yang direalisasinya diperkirakan pada 2010 menadatang.

Ia juga menegaskan, sat sekaarng memnag pemadaman bergilir adalhs ebuah kenytaan yang tidak dapt dihindari karena kerapnya terjadi kerusakan pada msein pembangkit baik PLTD Ladumpi maupun PLTD Kasipute.

Dalam mengatasi kondisi listrik yang memprihatinkan tersebut, pihaknya telah merencanakan dua alternatif yakni menunggu janji alokasi bantuan pengadaan mesin dari Pemda Bombana dan atau melakukan interkoneksi dari sistem Kendari dengan menambah jaringan dari Tinanggea.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: