Anak Krakatau Masih Aktif

Kompas 2009-07-30/E paper Halaman 23 Nusantara

Bandar Lampung – Gunung Anak Krakatau masih aktif dengan tingkat keaktifan fluktuatif. Akibatnya, Gunung Anak Krakatau tetap berstatus siaga. Pelayaran di sekitar gunung berapi dinilai masih berbahaya. 

Kepala Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau Andi Suwardi saat dihubungi di Desa Hargo Pancuran, Rajabasa, Lampung Selatan, Rabu (29/7), mengatakan, Gunung Anak Krakatau menunjukkan peningkatan letusan.

Pada Minggu lalu, tingkat letusan mencapai 136 kali dengan getaran 160 kali. Gempa vulkanik B (dangkal) terjadi 16 kali disertai 49 kali embusan (gulungan asap dengan partikel tipis yang muncul sebelum atau sesudah letusan).

Pada Senin, letusan meningkat menjadi 142 kali dengan getaran 77 kali, embusan 32 kali, serta gempa vulkanik dangkal satu kali.

Selasa, intensitas letusan turun menjadi 89 kali. Getaran mencapai 129 kali dengan embusan 45 kali dan tujuh kali gempa vulkanik dangkal.

Andi mengatakan, berdasarkan hasil pantauan alat pemantau keaktifan gunung sepekan terakhir, tingkat keaktifan gunung berapi di Selat Sunda itu fluktuatif.

Letusan bisa terjadi 50-100 kali dalam sehari. Satu letusan dengan letusan berikutnya terjadi dalam jarak 5-20 menit sekali.

Andi mengatakan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pasti memiliki perhitungan sendiri terkait kondisi gunung berapi yang tengah aktif itu sehingga sampai saat ini statusnya masih siaga.

Vegetasi hangus

Subakir, Kepala Seksi I Telukbetung Balai Konservasi Sumber Daya Alam Lampung, mengatakan, keaktifan gunung berapi yang memuntahkan debu dan batuan panas tersebut sudah menghanguskan sebagian vegetasi dan hutan di Gunung Anak Krakatau.

”Sebagian hutan dan vegetasi di bagian depan daratan Gunung Anak Krakatau habis terbakar,” kata Subakir.

Andi mengatakan, habisnya vegetasi tersebut terjadi karena pengaruh angin. Angin yang bergerak dari selatan ke timur mendorong material pasir dan batuan panas jatuh ke bagian vegetasi pulau.

Dengan keaktifan yang fluktuatif tersebut, Pos Pemantau Gunung Anak Karkatau tetap mengimbau nelayan agar tidak melaut di sekitar gunung berapi tersebut. Para nelayan tetap diminta berhati-hati saat melaut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: