Palangkaraya Terus Terkepung Asap

Kompas 2009-07-29/E-Paper: Nusantara Hal 23

Palangkaraya – Udara Palangkaraya kini memburuk menyusul mulai terjadinya kepungan asap dari kebakaran lahan yang ada di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut. Hari Selasa (28/7), sedikitnya enam lokasi lahan gambut mengalami kebakaran besar secara bersamaan.

Akibat kebakaran lahan yang secara bersamaan itu, para petugas kebakaran setempat kesulitan memadamkannya karena lokasi berjauhan.

Satu lokasi terbakar ada di tepian trans-Kalimantan poros selatan penghubung Palangkaraya-Banjarmasin, tepatnya di wilayah Kecamatan Sebangau dan dua lainnya di daerah lingkar luar Jalan Mahir Mahar.

”Hari ini kami juga memadamkan kebakaran lahan di tiga lokasi, yakni sekitar Jalan Bandeng, Jalan G Obos Ujung, dan Jalan Tjilik Riwut arah luar kota,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pemadam Kebakaran Kota Palangkaraya Wawan Berlison, Selasa.

Ia menuturkan, luas lahan terbakar bervariasi antara satu dan dua hektar. Kepulan asap dari lahan terbakar tersebut jelas terlihat dari jalan lingkar luar Palangkaraya yang bentang pemandangannya luas karena tidak terhalang bangunan.

Di dalam kota, mulai Selasa siang, tercium bau asap menyengat di udara. Selain itu, sekitar radius dua kilometer dari lokasi terbakar sering terlihat kelatu (serpihan abu serasah) yang melayang turun dari udara.

Wawan mengakui, kebakaran lahan di arah lingkar luar Jalan Mahir Mahar sulit dijangkau karena lokasinya menjorok ke dalam hingga lebih dari satu kilometer. Sementara itu, daya jangkau selang pemadam rata-rata hanya 200-300 meter.

Adapun di Madiun, Jawa Timur, titik api yang terus terpantau di areal hutan di wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun, dan Resor Pemangkuan Hutan Kaliabu.

Berdasarkan pengamatan Kompas sekitar pukul 13.30, api membakar dedaunan, semak-semak, dan bagian bawah batang pohon kayu putih di lahan seluas dua hektar. Tidak ada petugas yang memadamkan api.

Menurut Wakil Administratur KPH Madiun Dedy Siswandhi, sebelum pukul 13.30, dua petugas polisi hutan di RPH Kaliabu menemukan titik api muncul di areal pohon sono seluas 3,5 hektar di petak 71 A dan petak 72 C. Titik api itu bisa dipadamkan. ”Pukul 16.00, petugas tidak melihat lagi kebakaran di sana.”(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: