Gubernur "Tolak" Bertemu Atikurrahman

Kendari Pos 2009-07-28/Halaman Utama

Kendari– Terjadinya tragedi penembakan  yang di duga dilakukan oknum kepolisian terhadap penambang tradisional di Bombana tak lepas dari kebijakan pemerintah setempat.

Hal inilah yang membuat Atikurrahman datang menemui Gubernur Sultra, Nur Alam. Selama kasus itu belum memcuat, Gubernur Sultra sudah enam kali melayangkan surat panggilan pada Atikurrahman, untuk pembicaraan kompleksitas permasalahan yang terjadi di zona emas tersebut.

Atikurrahman justru mangkir dari panggilan. Kini, tanpa dipanggilan Atikurrahman, datang “menyerahkan diri” kepada Gubernur Sultra.

Hal tersebut dikatakan sendiri oleh Nur Alam, kemarin (27/7). Katanya, Atikurrahman datang bertemu langsung dengannya untuk melaporkan kondisi penambangan termasuk proses pembersihan areal pertambangan dan penertiban izin KP yang sudah dikeluhkan, sekaligus situasi keamanan di sana.

Tapi Gubernur tak mau menganggap sebagai pertemuan individual. Pertemuan tersebut, dalam satu forum untuk mengambil satu keputusan yang transparan. Karenanya, Atikurrahman, diinstruksikan  segera kemabli ke Bombana dan menyiapkan data-data pendukung yang diperlukan, dan datang kembali hari Rabu (29/7) besok untuk rapat bersama.

Ditanya mengenai penembakan yang dilakukan oknum polisi terhadap pendulang tradisional di Bombana. Nur Alam menyarankan agar masyarakat bisa menahan diri. Pasalnya, saat ini kasus tersebut sedang dalam proses penelitian. Saat rapat besok, hal itu akan dibahas secara mendetail.

“Rapat antara Pemkab, Muspida dan Pemkab Bombana, Rabu mengenai proses penertiban, pengosongan areal pertambangan di Bombana, dia menegaskan semua penambang harus dikeluarkan dari lokasi tanpa pandang bulu.

“Tapi yang pasti yang ingin saya tegaskan, bahwa Pemrov  telah lama menghimabu mengosongkan segala kegiatan penambangan di Bombana, baik itu penambangan rakyat ataupun yang dilakukan oleh investor”, ungkapnya.

Jika dirinya telah menginstruksikan pengosongan tanpa pandang bulu, lantas mengapa PT Panca Logam, meminta penambahan areal miliknya? Nur Alam, berujar semuanya masih dalam tahap penelitian, termasuk proses penemabakannnya.

“Tim sudah kami turunkan, untuk mengindentifikasi dan mengkalrifikasi kejadiannya. Dalam rangka itu ada proses pembersihan di lapangan. Kekerasan ini yang akan kita teliti, identifikasi, dan verifikasi, bagaimna bisa terjadi penemabakan”, tegasnya.

Akibat Perda Pertambangan

Kasus penembakan di lokasi tambang tak lepas dari kebijakan Pemda Bombana yang tak jelas mengkapling zona emas.

Akhirnya investor dan masyarakat yang mengklaim tanah saling tumpang tindih. Apalagi Perda pertambangan rakyat yang telah disahkan DPRD dan Bupati setempat belum dicabut.

“Tiba-tiba pengosongan, semenatra rakyat juga mengklaim mempunyai dasar aturan”, jelas  LSM Sagori, Iskandar kemarin.

Menurut Ia,selama ada penyelesesian berarti terkait pembahasan zona emas. Katanya, yang ada dalam benak Pemda hanya pengosongan semata. Akibatnya APBD yang jumlahnya miliaran terkuras hanya untuk biaya pengosongan lahan.

“Yang didapaatkan Bombana saat ini hanya kerusakan lingkungan tanpa PAD sebagaimana diharapkan”, ungkapnya.

Ia sempat mengingatkan bila daerah pertambangan merupakan asal mata air sawah masyarakat sekitar. Biasanya hampir separuh petani sudah tak dapat menguras sawahnya karena tak ada air mengalir.

Hal serupa juga dikatakan Ilham Zubair, Ketua Masyarakat Adat Nusantara Indonesia (Madani) Sultra. Katanya Ia bukan saja kepolisian yang harus bertanggung jawab atas penembakan. Tapi pemerintah di Bombana juga telah menurunkan pengamanan berapa Satpol PP demi melindungi investor di zona emas.

” Ini adalah masalah pelanggaran HAM karena Pemkab Bombana hanya melindungi investor tak berpihak pada rakyat’, jelasnya.

Ilham juga sempat mengingatkan bila Perda Pertambangan Rakyat yang membolehkan rakyat mendulang belum dicabut. Kebanyakan jadi alasan mereka melawan.

“Mengapa investor saja dibolehkan, sementara Perda Bombana membolehkan”, ingatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: