300.000 Petani Bakal Kena Dampaknya

Kompas 2009-07-28/E-paper: Bisnis & Keuangan hal 17

Jakarta – Sekitar 80.000-150.000 hektar tanaman padi diperkirakan akan kekeringan, dampak dari fenomena iklim El Nino yang diprediksi memuncak pada tahun 2010. Akibatnya, sekitar 300.000 petani bakal kehilangan sumber mata pencarian.

Prediksi angka itu, menurut Deputi Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan Kantor Menko Perekonomian Bayu Krisnamurthi, dengan memperhitungkan tingkat keparahan El Nino di kisaran moderat ke moderat kuat.

”Melihat pengalaman lalu, kami perkirakan yang kekeringan 80.000-150.000 hektar,” ujar Bayu, Senin (27/7) di Jakarta.

Dijelaskan, dari total yang kekeringan itu, 10.000-35.000 hektar di antaranya bakal puso atau gagal panen. Jika luasan lahan yang kekeringan maksimal 150.000 hektar, potensi produksi padi yang hilang sekitar 750.000 ton gabah kering giling (GKG) dengan asumsi produktivitas per hektar 5 ton GKG.

Prediksi yang disampaikan Bayu berbeda dengan yang dinyatakan oleh Menteri Pertanian Anton Apriyantono pada 24 Juli yang menyatakan, potensi produksi beras yang hilang akibat dampak El Nino pada 2010 mencapai 1,6 juta ton.

Dengan demikian, target produksi GKG 2010 tak mudah dicapai. Namun, kalaupun ada penurunan produksi tidak terlalu besar dibandingkan 2009 (Kompas, 25/7).

Jika dibandingkan luas tanaman padi nasional yang mencapai 12,6 juta hektar setahun, dengan luas lahan baku 7 juta hektar, menurut Bayu, lahan yang kekeringan relatif kecil.

Begitu pula persentase gagal produksi sangat rendah, yaitu dibandingkan total produksi nasional 62,56 juta ton GKG tahun 2009, gagal produksi hanya 1,2 persen.

”Tetapi, jangan dilihat aspek produksi saja. Jika kekeringan itu mencakup 100.000 hektar, dan rata-rata petani memiliki lahan 0,3 hektar, ada 300.000 petani yang kehilangan penghasilan,” ujar Bayu.

Dijelaskan, pemerintah menyiapkan langkah antisipasi, yakni antara lain, memperbaiki embung dan penampungan air tadah hujan, mempersiapkan pompanisasi, dan mematangkan persiapan pembuatan hujan buatan.

Selain itu, memastikan cadangan beras dalam kendali pemerintah di level 1,5 juta ton. Jika kini cadangan yang ada 350.000 ton, butuh penambahan 1,1 juta ton beras sehingga harus ada anggaran Rp 5,5 triliun-Rp 6,6 triliun.

”Dengan perkiraan El Nino tidak separah 1997-1998, kemungkinan besar tidak perlu impor,” katanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: