Kegiatan di Batugosok Murni Eksplorasi

Kompas 2009-07-27/E-Paper: Lingkungan & Kesehatan Hal 12

Jakarta – Aktivitas yang dilakukan perusahaan pertambangan Grand Nusantara di Desa Batugosok, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, adalah murni kegiatan eksplorasi.

Hal itu ditegaskan Kepala Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi Direktorat Teknik dan Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Lana Saria yang menghubungi Kompas, Minggu (26/7) di Jakarta.

Menurut Lana, yang melakukan verifikasi di lapangan pada 15-18 Juli, ”Yang saya lakukan di sana adalah melihat bukti-bukti prosedur dari izin Bupati Manggarai Barat hingga prosedur eksplorasinya.” Dari apa yang ditemukan, dia menyimpulkan, ”Yang dilakukan Grand Nusantara itu murni eksplorasi yang dilakukan sesuai dengan standar nasional.”

Lana juga menyanggah, perusahaan tersebut menyebabkan perubahan bentang alam dan menimbulkan banyak debu.

Menurut dia, kawasan yang digarap berupa lahan kritis dan memang kondisinya gersang, ”Hanya ada beberapa pohon karena memang tandus,” kata dia. Lana mengungkapkan, luas area yang diberi izin oleh Bupati adalah 2.883 hektar.

Ada 11 titik

Lana menjelaskan, pihak Grand Nusantara saat ini membuat 11 titik pengeboran. Adapun lubang-lubang yang dibuat ukuran sisi-sisinya berkisar antara 50 meter hingga 100 meter, jarak antartitik bor adalah 25 meter.

Parit uji, menurut dia, berukuran lebar 0,7 meter, panjang 1 meter, dengan kedalaman 1 meter-3 meter.

”Itu sesuai dengan standar yang ditetapkan. Mereka sama sekali tidak melakukan kegiatan konstruksi,” lanjutnya.

Setelah tahap eksplorasi selesai, maksimal 8 tahun jika izin diperpanjang tiga kali, masing-masing berlaku dua tahun, perusahaan pertambangan harus melakukan studi kelayakan, amdal, menyusun rencana pascatambang, dan rencana reklamasi.

Apabila ada keluhan bahwa kegiatan tambang tersebut mengganggu kawasan konservasi Taman Nasional Komodo, menurut surat dari Balai Taman Nasional Komodo, yang ditandatangani Kepala Subbagian Tata Usaha atas nama Kepala Balai, Heru Rudiharto, pada 3 Juli kepada Kompas, kawasan tersebut bukan berada di dalam kawasan Taman Nasional Komodo.

Kegiatan perusahaan pertambangan Grand Nusantara ini telah ditolak kalangan pengusaha industri pariwisata, DPRD Manggarai Barat, dan organisasi nonpemerintah.

Terdapat dua hotel berdekatan dengan kawasan tersebut, yaitu Hotel Batugosok (di tepi selatan kawasan tambang) dan Hotel Seraya di pulau kecil di depan kawasan tambang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: