Disayangkan, Sikap Antipati Terhadap Investor Emas

Kendari Pos 2009-07-25/ Lingkungan: hal 6

Kasipute– Ketua Gerakan Mahasiswa Kosgoro Kabupaten Bombana, Muhammad Adnan mengaku kecewa dengan sikap sejumlah LSM lingkungan yang mengaku care terhadap lingkungan namun perilakunya justru melanggengkan kerusakan lingkungan, khususnya di wilayah Bombana.

Hal itu terlihat dari maraknya pembelaan yang dilakukan terhadap ribuan pelaku illegal mining yang terbukti telah melakukan perusakan lingkungan sejak setahun lalu.

“Masa pelaku penambangan liar dibela mati-matian, padahal jelas-jelas sejak November tahun lalu sudah menimbulkan kerusakan hutan yang luar biasa,” tuding Adnan.

Tokoh pemuda Kabupaten Bombana ini juga menyayangkan sikap antipati para aktivis maupun LSM lingkungan terhadap investor.

“Seharusnya mereka itu menekan investor agar segera menata kawasan di wilayah Kuasa Pertambangannya untuk direklamasi, bukan diusir keluar.

Kalau mereka keluar, lalu siapa yang mau diminta menata kawasan itu. Apa penambang illegal itu mau menata kembali kawasan tersebut,” tanyanya.

Hal senada  juga disuarakan anggota DPRD Kabupaten Bombana, Dirman Waate. Pihaknya mengajak masyarakat Bombana jangan terpancing perilaku oknum aktivis lingkungan yang seolah mengatasnamakan lembaga pembela lingkungan, namun ternyata justru melindungi pelaku pengrusakan lingkungan.

“Lihat saja, pelaku illegal mining di hutan Bombana itukan mayoritas bukan orang Bombana, kenapa dibela  mati-matian,” tudingnya.

Kekecewaan terhadap perilaku sejumlah lembagalingkungan tersebut juga diungkapkan mantan Ketua HMI Cabang Kendari, Arham.

Menurutnya, ia sering berdiskusi dengan rekan-rekan mahasiswa yang aktif di LSM lingkungan, namun banyak diantara mereka yang belum tahu kondisi sesungguhnya kerusakan lingkungan yang terjadi di wilayah Bombana.

“Soal tersumbatnya aliran air di sungai, sudah terjadi sejak bulan November dan Desember sebelum ada investor. Kerusakan itu dilakukan oleh penambang illegal.

Kenapa baru sekarang mereka bersuara seolah menjadi pahlawan kesiangan dan menuding investor yang melakukan perusakan itu,” ujar mahasiswa pertanian Unhalu tersebut.

Justru, lanjut Arham,  investorlah yang bisa diandalkan untuk menata kawasan itu, sebab pemerintah daerah tak bisa diandalkan untuk menata kawasan dengan minimnya APBD Bombana saat ini.

Arham lebih lanjut juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bombana segera merealisasikan dan membuat regulasi tentang penambangan rakyat untuk meminimalisir benturan antara investor dan masyarakat penambang.

“Saya juga mengharapkan, regulasi itu nantinya lebih berpihak kepada rakyat Bombana dan masyarakat Sultra. Utamakan mereka dahulu,” imbuhnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: