Tokoh Adat Masyarakat Bombana Minta Polisi Bertanggung Jawab

Media Sultra 2009-07-24/Polkam hal 4

Kendari– Seruan agar bertanggungjawab atas kekerasan yang terjadi terhadap pendulang emas tradisional di kawasan pertambangan Bombana, Kamis malam (17/7), terus disuarakan bebrgai elemen masyarakat daerah itu.

Termasuk salah satunya adalah lembaga adat dan tokoh masyarakat setempat.

Menurut Ketua Lemabaga adat Morene, Mansyur Lababa, kepada Media Sultra akhir pekan lalu, menyatakan tindakan kekerasan seperti penganiayaan terhadap pendulang adalah perbuatan keji. Olehnya itu, oknum polisi yang melakukan tindakan kekerasan harus diproses dihukum.

”Kami sangat mengecam dan mengutuk tindakan aparat kepolisian yang sudah mencederai warga pendulang. Mereka harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Ini merupakan tindakan kriminal yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh aparat kepolisian sebagai institusi yang bertanggung jawab atas keamanan dan kenyamanan masyarakat”, katanya.

Mansyur Lababa juga meminta kepada pemerintah daerah Bombana dan pemerintah Pemrov Sultra, segera menghentikan aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Panca Logam.

Sebab, biang keladi akar persoalan muncul akibat hadirnya perusahaan itu di duga masih menyisakan banyak masalah.

“Ini tak adil. Kenapa pemerintah daerah dibantu aparat kepolisian mengusir pendulang, sementara investor tetap diizinkan beroperasi. Kalau mau mengentikan aktivitas tambang maka jangan hanya pendulang tradisional tapi perusahaan juga harus berhenti sambil dibenahi agar lebih baik”, ujarnya.

Aksi insiden berdarah dingin hingga dugaaan penganiayaan terhadap 70 warga pendulang terjadi Kamis malam.

Polisi berdalih penembakan tersebut terpaksa dilakukan karena ribuan pendulang tradisional menyerang kantor PT Panca Logam Makmur yang saat itu dijaga satuaan Brimob.

Sebaliknya sejumlah saksi mata yang sekaligus korban pemukulan aparat mengaku didatangi dan ditangkap saat tidur malam, dibawah tenda mereka. Barabg-barang mereka dibakar, uang dan HP juga diambil aparat. Saat dijemput, mereka ditodong senjata dan ditendang dengan sepatu laras.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: