Polisi Segera Tetapkan Tersangka, Staf Dishut Bertanya-tanya

Kendari Pos 2009-07-24/ Bumi Anoa hal 5

  • Menanti Tumbal Berikutnya dari Kasus “Main” Jati Muna
    Oleh: Yafruddin Yaddi

Penyidik Polres Muna terus mengusut kasus raibnya barang bukti 2080 log jati dan hasil lelang kayu senilai Rp 351,3 juta.Jika benar, dalam waktu dekat ini polisi segera menetapkan deretan nama tersngka yang terlibat dalam kasus tersebut. Siapa tumbal berikutnya?

Tak ada lagi komentar lebih, bahkan upaya pembenaran diri. Kini, sejumlah mantan dan pejabat dinas Kehutanan Muna mulai menakar diri atas kasus yang kini jadi bumerang bagi mereka.

Sebelumnya, cerita “main” “kayu” itu bermula pada tahun 2002-2003. Tiga nama La Ode Arief Aty (mantan Kadishut), La Udi Kudi (mantan bendahara), dan Siman Mahuri (manatan paniatia lelang), sudah menjadi terpidana. Mereka itulah yang kemudian “bernyanyi” hingga menyeret lagi nama lain yang juga terindikasi terlihat menikmati uang lelang jati tersebut.

Nama jaksa penuntut umum dalam perkara itu juga sempat disebut. Sayang, penyidik kepolisian ” kurang kencang” menggeber nyali mengusut lebih dalam untuk menelusuri mencari kejelasan.

“Penanganan kasus raibnya BB kayu jati 2080 batang itu perlu disikapi secara serius. Tidak demikian dengan kasus uang pengganti (hasil lelang kayu) yang dalam waktu dekat akan ditetapkan tersangkanya”, Kata Kasat Reskrim Polres Muna, AKP Agus Sugiarso, waktu lalu.

Rencana polisi menetapkan tersangka dalam masalah itu membuat staf dinas kehutanan Muna kini bersikap hati-hati dan bahkan cendrung was-was.

Meski suasana kantor tetap ramai dengan aktivitas, namun rona wajah mereka ta dapat menyembunyikan gurat tanda tanya, siapa sebenarnya pejabat yang ditetapkan sebagai tersangka itu. Beberapa staf Dishut saat dihampiri koran ini, enggan untuk berkomentar.

Kasus ini memang menarik. Perhatian dan tema perbincangan seolah tak pernah luput menyebut “jati Muna” yang kini tinggal cerita.

“Jangan main-main dengan jati Muna. Ini telah disumpah. Bahkan, akibat tidak mendengarkan petuah-petuah orang tua dahulu, banyak pengusaha jati Muna kolaps”, kata La Mudi, seorang tokoh warga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: