Perusahaan Tambang Emas Langgar UU No. 7/1981

Media Sultra 2009-07-24/Selekta Hal 12

Kendari– Perusahaan tambang emas yang beroperasi di Kabupaten Bombana melanggar UU No. 7 tahun 2008 tentang wajib lapor ketenagakerjaan.

Hal tersebut dikatakan Kepal Bidang Hubungan Industrial dan Pelayanan Keternakerjaan, Dinas Nakertrans Sultra, Asruddin, SH kepada Media Sultra, Kamis (23/7).

Dalam UU tersebut, setiap perusahaan yang membuka suatu kegiatan dengan memperkerjakan tenaga kerja wajib melaporkan ketanakerjaan selambat-lambatnya 30 hari ke Dinas Tenaga Kerja setempat.

“Sampai saat ini tak satupun perusahaan yang melakukan eksplorasi di lokasi tambang yang melaporkan tenaga kerjanya. Padahal sudah melewati batas waktu yang digariskan UU”, ungkapnya.

Dikatakan, untuk tindakan selanjutnya, pihaknya akan melakukan cross cek ke Bombana guna mengetahui motoivasi apa hingga belum ada perusahaan yang melaporkan ketanagakerjaannya.

Selain masalah ketanagakerjaan perusahaan, Asruddin berharap kepada pemilik lahan yang ingin mengelolah lahan secara mekanik agar mendirikan lemabaga koperasi sehingga keberadaan mereka lebih kuat disisi aturan dan lebih bagus dalam hal jaminan tenaga kerja.

Ia mencontohkan, jika terjadi kecelakaan kerja meninggal, cacat ataukah penyakit dari kegiatan menambang yang bertanggung jawab adalah lembaganya. Dengan demikian ada perhitungan tenaga kerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: