Koalisi Anti Kekerasan Tambang Kecam Tindakan Polisi

Media Sultra 2009-07-24/Polkam hal 4

Kendari– Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di sultra yang tergabung daalm koalisi anti kekerasan tambang dalam pres releasenya, Kamis (23/7) mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian pada Kamis malam (17/7).

LSM yang tergabung dalam koalisi ini adalh Alpen Sultra, KPI Sultra, SHI Sultra, Medikra, Puspa, HAM, AGRA Sultra, LBH Sultra, LMND Sultra dan konsersium Masyarakat Pemerhati Bombana.

Menurut koalisi ini, tindaakn kekerasan yang dialkukan oleh aparat kepolisian, Brimob, dan satpam  PT Panca Logam terhadap 69 orang penambang tradisional emas Bombna mengindikasikan telah terjadi pelanggaran HAM sebagai dampak dari pengelolaan pertambangan yang memihak pada pemodal dengan menggunakan praktek militerisme.

Tindakan sejumlah pendulang tradisional yang mendatangi area PT panca Logam Makmur karena perusahaan tersebut telah membakar sejumlah tenda dan menghancurkan barang-barang yang dimiliki pendulang, telah emicu anarkisme perusahaan yang memakai aparat kepolisian melakukan tindakan pelanggaran HAM.

Beberapa warga ditendang, dipukuli, diseret, ditelanjangi, dipaksa makan makanan yang telah dimuntahkan, bahkan lima orang dimasukkan kepalanya di dalam kantong plastik sampai kesulitan bernapas, kedua ibu jarinya dirapatkan lalu diikat kemudian dimasukkan ke dalam mobil damping dan di bawa ke lokasi PT Panca Logam.

Kebrutalan aparat kepolisian berlanjut hingga 69 orang tersebut di jemur di terik matahari dengan pinggang mereka terikat oleh sumbu kompor, mereka diancam akan dibakar dan disuntik.

Sehari sebelumnya, 2 orang penambang telah ditembak dan sampai hari ini keduanya masih dirawat di RS.

“Rentetan peristiwa kekerasan tersebut adalh indikasi kuat bahwa telah terjadi pelanggaran HAM yang dialakukan oleh aparat kepolisian untuk kepentingan investor. Sebetulnya, peristiwa kekerasan tersebut adalAh imbas dari sebuah kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang lebih memihak pada kepentingan invstor”, ungkap Anzelmus, Ketua LBH Kenadri.

Susi Kamal, dari WALHI Sultra, menyatakan  jika pengelolaan tambang emas di Bombana tetap dilakukan secara tidak adil dan mengabaikan unsur keberlanjutannya, maka dapat dipastikan kekerasan terus berlanjut.

Untuk itu koalisi anti kekerasan tambang dalam pernyataan sikapnya mengutuk keras tindakan parat kepolisian, teror, intimidasi,  oleh aparat kepolisian terhadap warga yang melakukan aktivitas pertambangan di kawasan emas di Bombana. Baik yang menggunakan aparat kepolisian, maupun cara-cara lain yang menonjolkan praktek premanisme dan militerisme.

Sebelumnya, Kapolda Sultra, Brigjend Pol Djoko Satriyo menyatakan, polisi terpaksa melakukan penembakan kepada warga pendulang karena telah menyerang kantor PT Panca Logam Makmur.

Polisi telah melakukan tembakan peringatan namun tidak digubriks oleh warga .

Sejauh ini polisi telah memriksa 70 orang saksi dan dua diantaranya yang tertembak ditetapkan sebagai tersangka.

Pasca insiden itu, Kapolda langsung membentuk tim investigasi untuk mencari siapa dalang dalam insiden tersebut.

“Kita masih terus melakukan penyidikan. Kita akan mencari aktor pelakunya, karena yang pasti ada yang menggerakkan “, kata Kapolda kepada sejumlah wartawan, Minggu pekan lalu.

Bau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: